Dewan Gagas Perda Perlindungan Guru - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dewan Gagas Perda Perlindungan Guru

Dewan Gagas Perda Perlindungan Guru

Written By Mang Raka on Sabtu, 25 Maret 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Slogan guru digugu dan ditiru memiliki makna yang dalam bagi kehidupan seorang guru. Namun, apa jadinya jika perannya dikerdilkan seiring maraknya guru jadi korban kriminalisasi saat menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
Sekretaris Komisi D DPRD Karawang Eno Suherno mengakui, tren saat ini banyak guru yang dilaporkan ke kepolisian oleh orangtua murid, karena memberikan sanksi kepada siswanya. Dirinya juga pernah menerima keluhan guru yang dikriminalisasi oleh orangtua siswa. "Kami berinisiatif dari Komisi D untuk membuat raperda perlindungan guru khususnya di Karawang,” kata Eno kepada wartawan, Jumat (24/3) kemarin.
Eno mencontohkan, kriminalisasi guru seperti saat memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan pelanggaran, saat proses belajar mengajar berlangsung. Kemudian karena tidak terima, siswa itu melaporkan ke orangtuanya. Dan orangtua siswa itu melaporkan ke kepolisian. “Jika siswa itu mematuhi aturan, pasti guru juga tidak akan memberikan sanksi. Maka harus ada komunikasi antara guru dan orangtua siswa,” ungkapnya.
Kendati ada aturan perlindungan guru, lanjut Eno, bukan berarti guru bisa semena-mena. Tapi harus bisa memberikan pendidikan dan pengajaran yang baik kepada siswanya. “Guru itu memiliki fungsi mendidik, bukan hanya mengajar,” jelasnya.
Ia berharap dengan adanya raperda ini, orangtua siswa tidak melakukan kriminalisasi lagi kepada guru. Selain itu, ketika orangtua siswa menyerahkan pendidikannya kepada sekolah, maka tanggung jawab pembentukan karakter juga ada di tangan guru. “Kami berharap tidak ada lagi kriminalisasi di dunia pendidikan, khususnya kepada guru,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Karawang Nandang Mulyana menyambut baik adanya rencana DPRD Karawang yang akan membuat perda tentang perlindungan guru. Sebab banyak guru yang dilaporkan ke kepolisian karena tugasnya saat mengajar. “Guru tidak akan memberikan sanksi jika siswa tidak melakukan kesalahan. Dan sanksinya juga tidak sampai melakukan kekerasan fisik,” katanya.
Menurut Nandang, dengan adanya aturan perlindungan ini, setidaknya bisa memberikan proteksi kepada profesi guru dalam melakukan pekerjaannya dalam proses belajar mengajar. “Kami sangat mengapresiasi raperda perlindungan guru ini, dan semoga bisa segera jadi aturan yang definitif,” pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template