Budayakan Kembagli Ngaji Magrib - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Budayakan Kembagli Ngaji Magrib

Budayakan Kembagli Ngaji Magrib

Written By ayah satria on Kamis, 02 Maret 2017 | 17.07.00

KARAWANG, RAKA - Banyak hal yang dilakukan dalam mengurangi kenakalan para remaja yang kerap terjadi pada setiap pelajar atau anak baru gede (ABG) saat ini, dengan mengaktifkan kembali budaya mengaji Magrib. Hal tersebut disampaikan oleh Eko Purnomo SPdI, salah satu guru yang mengajar di SMK PGRI 2 Karawang.
Bagi dia, dengan kemajuan zaman dan teknologi, seharusnya menjadi salah satu kemuadahan bagi setiap orang dalam memenuhi kebutuhannya, seperti halnya pekerjaan dengan internet, itu bisa lebih efeisien. Namun justru yang menjadi kesalahan dalam setiap diri manusia banyak menyalahgunakan kemajuan teknologi tersebut dengan suatu hal tidak wajar. "Kemajuan zaman memang tidak bisa disalahkan, semua akan berjalan dengan sendirinya, yang mesti dipersiapkan adalah bagimanha kita mampu menerima kemajuan zaman itu dengan sesuatu hal yang benar dan tidak salah," katanya.
Belum lagi, kata dia, dengan tontonan berbahaya bagi anak-anak, banyak dipertontonkan di televisi. Bahayanya, bagi dia, setiap anak selalu mengikuti apa yangt dilakukan oleh orang dewasa, begitupun dengan apa yang dilihat dan dilakukannya. Maka sebagai orangtua, seharusnya meski lebih ketat melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya baik di rumah maupun di lingkungan tempat bermainnya. Sebab, kesalahan seorang anak bukan sepenuhnya dilakukan oleh kemauannya sendiri, justru dengan kurangnya perhatian orangtua bisa berbahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain. "Peran orangtua itu sangat penting, setidaknya setiap kali kita berkumpul bersama keluaraga kita harus mampu meluangkan waktu untuk mendidik, misalnya menemani mereka dalam belajar kan bisa," tuturnya.
Hilangnya kebudayaan mengaji di sore hari, usai salat Magrib, sekian hari semakin terkikis, kini setiap anak lebih suka memilih bermain sendiri bersama handphonenya dan lebih asik untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Padahal, menurutnya, jika budaya tersebut kembali bisa dilakukan itu, bisa mengurangi kenakalan pelajar yang masih saja terjadi saat ini. "Tontoonan apa yang kita lihat bisa mempengaruhi sikap sama prilaku diri kita sendiri, semasanya dulu kenakalan anak remaja tidak separah saat ini, kembali ke jaman dulu dan terus melestarikannya bukan berarti membuat kita tertinggal, karena kemajuan itu dari pola pikir dan kreatifitas," ucapnya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template