Belajar di Bawah Ancaman Atap Ambruk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Belajar di Bawah Ancaman Atap Ambruk

Belajar di Bawah Ancaman Atap Ambruk

Written By Mang Raka on Jumat, 31 Maret 2017 | 12.00.00

KLARI, RAKA – Belajar di ruang kelas yang setiap saat bisa ambruk memang tidak enak. Karena besok atau lusa, siapa pun orang yang berada di ruang itu bisa kehilangan nyawa akibat tertimpa atap.
Seperti yang dialami anak-anak SDN Duren 4. Mereka tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar, meski ruang kelasnya sudah lapuk. Sekolah yang berada di Perumahan Bumi Kosambi Permai RT 09/03, Desa Duren, Kecamatan Klari, itu dibiarkan terbengkalai. Bahkan, dua ruang kelas yang sedang dalam perbaikan, ditinggalkan pemborong.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, sebanyak empat ruangan kelas dan satu ruangan kepala sekolah rusak parah. Beberapa atapnya terlihat jebol, lapuk, tembok retak.
Guru Kelas VI SDN Duren 4 Jaya Budiono membenarkan jika saat ini kondisi ruangan kelas di sekolah tempatnya mengajar, dibiarkan pemborong begitu saja. Padahal, proses perbaikan baru 50 persen. Itupun dilakukan di dua ruangan kelas. Sementara tiga ruangan lainnya belum dilakukan perbaikan, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. “Proyek rehab ini padahal anggaran 2015 dulu. Sampai sekarang belum juga dilanjut, malah dibiarkan begitu saja,” ungkapnya kepada Radar Karawang di lingkungan sekolah, Kamis (30/3).
Ia tidak mengetahui penyebab terhentinya proyek perbaikan tersebut. Padahal sudah banyak yang mengecek kondisi sekolahnya, diantaranya perusahaan-perusahaan di Klari. "Tetap saja belum juga diperbaiki, walaupun saat ini ruangan kelas sudah sangat tidak layak digunakan,” ucapnya.
Jaya khawatir jika terus dibiarkan akan ambruk dan menelan korban. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera memperbaiki ruang kelas, karena anak didiknya perlu belajar dengan tenang, tidak was-was seperti saat ini. "Kasihan anak-anak jadi tidak nyaman belajarnya, karena takut ruangannya sudah rusak ambruk,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kosasih, penjaga sekolah yang tahu pasti awal muasal perbaikan ruangan kelas yang ditinggalkan pemborong ini. Menurutnya, sudah hampir dua tahun dibiarkan begitu saja.  “Dari tahun 2015 pengerjaannya tidak lama, baru juga 50 persen dibiarkan sampai sekarang,” tuturnya.
Dia sempat menanyakan kenapa proyek tersebut tidak dilanjutkan. Alasannya karena anggaran yang cair hanya 75 persen. "Tapi belum sampai 75 persen, proyek ditinggalkan," ujarnya.(ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template