31 Ribu Warga tak Punya KTP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 31 Ribu Warga tak Punya KTP

31 Ribu Warga tak Punya KTP

Written By Mang Raka on Kamis, 23 Maret 2017 | 12.30.00

- Hanya Gunakan KTP Sementara

PURWAKARTA,RAKA - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) Kabupaten Purwakarta Sulaeman Wilman mengatakan, dibutuhkan sekitar 36 ribu keping KTP Elektronik (E-KTP) untuk warga Purwakarta.
Dengan perincian 14.000 keping untuk pemohon E-KTP yang telah direkam dan 17.000 keping untuk para pemohon pemula kalangan pelajar. Untuk stok antisipasi pemohon baru 5.000 keping. "Jadi, kalau ditotalkan, kebutuhan keping KTP elektronik di Kabupaten Purwakarta, sekitar 36 ribu," ujarnya.
Menurutnya, sebanyak 31.000 warga di Kabupaten Purwakarta, terpaksa masih harus mengunakan kartu identitas sementara?, berupa surat bukti perekaman e-KTP. Pasalnya, sampai saat ini disdukcapil setempat masih mengalami keterbatasan keping fisik untuk kebutuhan cetak e-KTP. Keterbatasan fisik e-KTP ini sudah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu. Pihaknya pun mengakui, jika kondisi ini mengakibatkan pelayanan pembuatan dokumen pribadi bagi warga menjadi sedikit terhambat.
Jumlah pemohon yang belum menerima fisik e-KTP ini, termasuk tunggakan sejak 2012 lalu. Jadi, sampai 2017 ini ada sekitar 31 ribu warga yang KTP-nya belum bisa di cetak. Sehingga, mereka masih menggunakan KTP sementara?. Pihaknya berharap masyarakat untuk bersabar. Untuk sementara, dinas?nya memberlakukan surat keterangan bukti perekaman sebagai pengganti atas kekosongan blanko e-KTP tersebut. "Untuk sementara kita ganti dulu dengan surat keterangan itu. Supaya, pelayanan pembuatan dokumen pribadi ini tetap berjalan tanpa terganggu kekosongan blanko ini," ujarnya.
Sulaeman menambahkan, kendati hanya bersifat sementara, kekuatan surat bukti perekaman ini sama dengan yang permanen.? Saat ini, pihaknya pun telah mensosialisasikan terkait hal tersebut. Semisal ke perbankan dan kantor imigrasi. Supaya, surat sementara ini bisa diterima seperti halnya dengan e-KTP. "Kami pastikan surat bukti rekam itu sah secara hukum. Kalau lembaga terkait membutuhkan akurasi data warga, kami siap membantu," tambah dia.
Dia kembali menambahkan, meski sementara waktu belum bisa dilakukan pencetakan fisik e-KTP. Namun perekaman dokumen dan data e-KTP masih tetap dilakukan setiap hari di seluruh desa dan kelurahan, kecamatan dan kantor dinas kependudukan setempat.?
Di tempat terpisah, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, meminta supaya pencetakan blanko e-KTP dikembalikan lagi ke daerah. Saat ini, cetak blangko dipusatkan di satu titik di pemerintah pusat. Seperti sekarang, ketersediaan blangko harus tersendat karena gagal lelang. "Jadi kami usul, agar percetakan dilakukan saja di setiap daerah. Kasian masyarakat banyak yang tidak memiliki kartu identitas penduduk. Pengantian surat kererangan KTP sementara yang diberikan bukan solusi," kata Dedi.
Apalagi surat keterangan KTP sementara hanya berlaku enam bulan. Sehingga membuat repot masyarakat, yang harus bolak balik mengurus administrasi kependudukan ke kantor Disdukcapil. Bagi masyarakat yang tidak tahu, mereka terkadang menyalahkan pemerintah daerah, terutama para petugas di lapangan. Pemerintah pusat diminta bisa segera mengatasi persoalan ini dengan membagikan sedikit kewenangannya ke daerah agar penyetakan blanko e-KTP bisa dicetak di daerah saja. Kalau pun persoalannya ada pada perusahaan pemenang tender, beri standarisasi perusahaan yang layak memenangkan lelang blanko KTP tersebut. "Misalnya pemenang tendernya bisa diatur oleh Perpres, Kepres maupun peraturan menteri. Sehingga penyetakannya tidak disentralkan di pusat. Percetakan ini tidak jauh berbeda bukan dengan SIM atau kartu ATM. Buat SIM saja hanya 10 menit sudah jadi," jelas Dedi.(gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template