Warga Minta Pintu Air Desa Srikamulyan Pakai Besi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Minta Pintu Air Desa Srikamulyan Pakai Besi

Warga Minta Pintu Air Desa Srikamulyan Pakai Besi

Written By Mang Raka on Sabtu, 18 Februari 2017 | 13.30.00

TIRTAJAYA, RAKA - Petani Desa Srikamulyan Kecamatan Tirtajaya, meminta agar pintu air di Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, dipasangi pintu besi. Sehingga, air yang melalui pintu air ini dapat diatur.
Niran, warga Dusun Kedungasem Desa Srikamulyan mengatakan, kalau petani di dua Dusun Kedungasem dan Jatitengah mendapatkan air dari pintu air untuk mengairi 400 hektare sawahnya. Kondisi saat ini pintunya masih dilakukan manual dengan kayu. Apabila ada air kiriman tidak akan tertahan dan bisa menimbulkan banjir. "Tambak limpas sangat bermanfaat bagi petani di dua dusun, namun apabila ada kiriman air di musim hujan, dan lambat membukanya bisa membuat banjir sawah, untuk itu masyarakat berharap pemerintah dapat membantu mengganti pintu kayu menjadi besi," kata Niran, kepada Radar Karawang, Kamis (16/2) keamrin.
Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Srikamulyan A M Sunaryat membenarkan, para petani mengeluhkan kondisi pintu air yang masih menggunakan kayu, pihak desa sudah mengajukan permohonan kepada Dinas Bina Marga Pengairan namun belum ada realisasi. "Kalau sudah terpasang pintu besi, kita bisa buang air ke laut apabila debit airnya naik akibat air kiriman, pengajuan permohonan sudah dikirim tinggal nunggu realisasinya aja," ujarnya.
Ia melanjutkan, sebelumnya proposal sudah dilayangkan kepada pihak dinas marga pada bulan Agustus tahun kemarin, namun sampai saat ini belum ada jawaban. "Kita sudah kirimkan proposal ke dinas bina marga untuk membuat pintu air dari besi," ucapnya.
Hal senada dikatakan Kepala Desa Srikamulyan Halim, kendatipun dinas pertanian menekankan harus segera melaksanakan tanam, namun dengan kondisi banjir yang seperti ini masyarakat tidak mungkin melakukan percepatan tanam. "Banjir seperti sekarang ini gimana mau cepet-cepet tanam, bunuhdiri dong petani," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template