UMSK Masih Jadi Polemik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » UMSK Masih Jadi Polemik

UMSK Masih Jadi Polemik

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Februari 2017 | 16.00.00

KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ahmad Suroto meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat, segera menyelesaikan polemik penolakan rekomendasi Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Karawang.
Pasalnya, rekomendasi UMSK ditolak oleh Pemprov Jawa Barat, karena tidak adanya pernyataan kesepakatan upah yang dilakukan  oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang enggan menuangkan tanda tangannya dalam rekomendasi UMSK, ketika diajukan kepada Pemprov Jawa Barat.
Menurut Suroto, berlarutnya permasalahan rekomendasi UMSK dinilai sangat merugikan pengusaha dan buruh. Sebab tarik ulur kesepakatan UMSK dikhawatirkan akan mempengaruhi dampak perekonomian, karena buruh akan selalu turun ke jalan. “Mudah-mudahan dapat diselesaikan secepatnya. Kita harapkan awal Maret 2016 ini bisa diselesaikan dan UMSK dapat diberlakukan pada April 2016,” kata Suroto, Kamis (23/2).
Dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang Rp3,6 juta, menghasilkan UMSK 1 adalah  Rp3.616.017. Lalu UMSK 2 menjadi Rp3.949.887. Sedangkan UMSK 3 Rp4.151.145. dan yang terakhir adalah  UMSK 4 adalah Rp 4.207.536. “Memang banyak perusahaan mengeluh, bahkan saat ini sudah ada 15 perusahaan yang sudah menangguhkan upah, dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 38 perusahaan yang mengajukan penangguhan upah,” ucapnya.
Suroto mengaku pihaknya telah beberapa kali mengikuti rapat dengan dewan pengupahan provinsi dan Pemprov Jawa Barat untuk memecahkan masalah polemik penolakan UMSK. Namun sampai sejauh ini belum memiliki kesepakatan secara pasti. “Dari hasil rapat rencana Dewan Pengupahan Provinsi berencana akan melakukan rapat pleno pada Maret. Tetapi saya belum mengetahui pasti berapa besaran UMSK, apakah sesuai dengan yang direkomendasikan. Tugas pemerintah hanya sebatas menengahi,” katanya.
Dijelaskan, sebelum ditetapkan UMSK oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2017, maka buruh pada awal tahun 2017 masih menggunakan UMSK pada tahun 2016 yakni UMSK 1 Rp 3.332.735, UMSK 2 Rp 3.623.735, UMSK 3 Rp 3.791.000 dan UMSK 4 Rp 4.001.000.“Kalau sekarang mereka masih menggunakan patokan upah sebelumnya,” terangnya.
Tingginya upah di Karawang , jelas Suroto,  disebabkan karena janji politik pada pemerintahan sebelumnya. “Gaji Karawang sudah tinggi dari dahulu, karena memang ada janji-janji politik pada pemerintahan sebelumnya,” pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template