Tua Bangka Cabuli ABG Banyusari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tua Bangka Cabuli ABG Banyusari

Tua Bangka Cabuli ABG Banyusari

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Februari 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Sungguh biadab perilaku Toing alias Goling (60) warga Desa Jayamukti, Kecamatan Banyusari. Pria uzur itu tega mencabuli anak baru gede yang masih kerabatnya. ABG berusia 15 tahun yang duduk di bangku kelas 1 SMP, itu terpaksa melayani nafsu bejad ayah tiri dari kakak iparnya, setelah diancam dibunuh.
Sehingga, rasa takut yang berlebihan selalu membayangi dirinya, saat berniat menceritakan perbuatan Goling kepada anggota keluarga lainnya.
"Goling mencabuli dia (korban) ketika situasi di rumah sedang sepi," kata Nano Sukanda (50) kerabat korban kepada wartawan di Polres Karawang, Senin (13/2) kemarin.
Aksi cabul itu, kata Nano, terjadi ketika kakak ipar korban sedang keluar rumah. Saat itu Bunga tengah tertidur di kamar, dan tiba-tiba Goling masuk ke dalam kamar, lalu langsung mendekap Bunga sambil mengancam akan dibunuh bila tak menuruti kemauannya. "Selain diancam, korban juga diiming-imingi sejumlah uang agar mau kembali dicabuli pelaku. Kejadian tersebut sudah kedua kalinya, dan yang terakhir pada Selasa (7/2), itu pun ketahuan oleh kakak ipar korban ketika sedang melakukan perbuatan bejadnya," terang Nano.
Kepergok mencabuli Bunga, sambung Nano, Goling langsung melarikan diri dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Pasca peristiwa tersebut, Bunga menjadi pemurung dan selalu menutup diri. Tidak mau keluar rumah serta tidak mau bertemu siapa pun. Bahkan, Bunga sempat tidak bersedia keluar rumah untuk melaporkan perbuatan Goling ke polisi karena malu. "Awalnya kami bingung apakah akan melaporkan atau tidak, karena menjadi buah simalakama. Dengan kesepakatan keluarga, kami melapor ke kepolisian agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena telah menghancurkan masa depannya," ungkap Nano.
Nano berharap, aparat kepolisian secepatnya bisa menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kami berharap aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," ungkapnya.
Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, Iptu Herwit mengatakan, tidak semua pelaku pencabulan bisa dikenakan sanksi kebiri. "Bisa (dikebiri), namun tidak semua pelaku pencabulan. Dalam undang-undang diatur, salah satunya untuk pelaku yang sebelumnya pernah melakukan tindak pidana tersebut," ungkapnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template