Tim Audit Propinsi Siap Mendarat di Tempuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tim Audit Propinsi Siap Mendarat di Tempuran

Tim Audit Propinsi Siap Mendarat di Tempuran

Written By Mang Raka on Jumat, 17 Februari 2017 | 14.00.00

*Jangan Coba-coba Manipulasi ADD

TEMPURAN, RAKA - Bagi pemerintah desa yang coba-coba memanipulasi anggaran dana desa yang mencapai Rp 1 miliar itu, maka bersiap-siaplah kedatangan auditor Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP). Itu juga berlaku untuk desa-desa di Kecamatan Tempuran. Apalagi sinyal kedatangan BPKP ini sudah diendus pemerintah kecamatan Tempuran. Karenanya, pihak kecamatan menyarankan agar desa mempersiapkan laporan pengelolaan keuangannya dengan benar.

Kasie Ekbang Kecamatan Tempuran, Junaedi mengatakan, Kamis (16/2) kalau tim audit BPKP sudah turun untuk memeriksa penggunaan dana desa. Pihaknya meminta bantuan dan partisipasi semua desa untuk segera merampungkan laporannya. Penggunaan anggaran dan pelaporan diharakan mengacu pada Permendagri Nomor 37 tahun 2007 soal pedoman administrasi desa.
Dikatakan, administrasi desa pelaksanaannya harus sesuai dengan pengajuan awal dan perencanaan yang sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Semua realisasi fisik itu sebut Junaedi, harus didukung oleh dokumen administrasi, tanpa kecuali pajak baik Pph dan Ppn hingga dokumen lainnya yang diperlukan. Karena, pembangunan fisik juga dalam laporan itu, harus menyertakan foto 0 persen dan foto 50 persen pekerjaan. Lebih jauhnya, pembenahan ini harus diperhatikan, karena selesai pekerjaan sudah sepatutnya juga selesai pertanggungjawabannya. " Tim Audit BPKP sudah turun, desa harus siapkan segala sesuatunya dan yang paling utama adalah masalah administrasi," ujarnya.
Junaedi menambahkan, dana desa dan mungkin dana-dana dari sumber lainnya, ia harapkan bisa dilaksanakan sesuai prosedur dan jangan sampai ada yang tumpang tindih atau salah lokasi. Jangan sampai pula, muncul masalah dikemudian hari, karena banyak pihak ke tiga kadang-kadang dewasa ini cepat menyalahkan walaupun secara teknis dilapangan memang dirasakan sulit, tapi terlepas dari hal semua itu, ia mewanti-wanti agar semuanya bisa sesuai aturan yang berlaku.
Dia menyebut, bisa saja ada satu desa mengajukan, nominalnya sama tapi realisasinya kadang beda karena terbagi-bagi, tapi semua itu harus ada pertanggungjawabannya. Karena itu, rapat Minggon adalah media penghubung penyampaian pesan,  jangan sampai ada salah persepsi dalam menyerap informasi. "Laksanakan sesuai prosedur, jangan ada fisik yang tumang tindih agar tidak muncul masalah," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template