Tiga MTs Negeri Kalang Kabut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tiga MTs Negeri Kalang Kabut

Tiga MTs Negeri Kalang Kabut

Written By Mang Raka on Jumat, 10 Februari 2017 | 15.00.00

*Bingung Kemana Pinjam Komputer Setelah Disurati Pemprop Wajib UNBK

CILAMAYA WETAN, RAKA - Ditengah keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) komputerisasi siswa Madrasah Tsanawiyah (Mts), Pemerintah Propinsi Jawa Barat memberikan porsi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) April mendatang, untuk tiga MTs Negeri di Karawang wajib melaksanakan. Ketiga MTs tersebut masing-masing MTs Negeri 1, MTs Negeri 2 dan MTs Negeri 3.

Kepala MTs Negeri 1 Karawang Syahropi SAg, mengatakan, para siswa MTs Negeri diporsikan melaksanakan UNBK tahun ini, karena keterbatasan sarana, baru 3 MTs Negeri saja yang siap menyanggupi pelaksanaannya. Selain MTs Negeri 1 Karawang, juga MTs Negeris 2 dan 3. Walaupun keterbatasan sarana, namun pihaknya tidak bisa menolak atau menangguhkan karena memang sudah di porsikan Pemrop Jawa Barat. Karenanya, kebingungan memenuhi kesempurnaan untuk simulasi dan peralatan semisal komputer dan server ini masih dipikirkan untuk antisipasi kelancaran UNBK ini. "Kita diporsikan UNBK tahun ini sebanyak 3 MTs, mau komplain buat minta penangguhan juga tidak bisa karena sudah diplot, ya siap tidak siap," ucapnya.
Lebih jauh ia menambahkan,  di MTs Negeri 1 yang dipimpinnya saja di Cilamaya, keberadaan komputer hanya 30 unit, sementara jumlah peserta UNBK Madrasahnya sampai 400 siswa lebih. Jika menghitung kebutuhan UNBK agar bisa digelar 3 termin, butuh sekitar 150 unit saja untuk kelancarannya. Antisipasinya sendiri, pihaknya kemungkinan menggunakan unit-unit komputer dari MAN Cilamaya dan sebagian mungkin pinjam dari siswa dengan surat pernyataan dari orangtua/wali muridnya. Belum lagi pengadaan server 6 unit, sementara biaya masih bingung dimana sumbernya untuk menyempurnakan hal ini. "Paling pinjam punya MAN Cilamaya dan punya siswa sebagiannya kalau bisa," ungkapnya.
Para siswa sambung Kepsek asal Dusun Pelem, Kecamatan Tirtamulya ini menambahkan, sistem UNBK yang menggunakan durasi diakuinya membuat panik siswa karena keterbasannya, apalagi mata pelajaran matematika, tapi untungnya UNBK ini tidak menyumbang peran nilainya pada kelulusan, sebab kelulusan ditentukan otoritas sekolah. Tetapi tetap saja, jelang simulasi yang akan digelar akhir-akhir Februari mendatang , semua sarana prasarana harus dilengkapi dulu pihak sekolah. "UNBK tetap bikin psikologis siswa terganggu soal durasi, untungya nilainya tidak berkontribusi pada kelulusan, jika masih kayak dulu, babak belur siswa," ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Iptek Cilamaya, Engkos Kosim mengatakan, sekolahnya terbuka bagi SMP maupun Mts yang hendak bergabung UNBK sewa tempat, karena kepemilikan komputernya mencapai 160 unit. Dalam kondisi seperti saat ini setingkat SMP dan Mts diakuinya masih bisa berpeluang manual, tidak seperti SMA dan SMK yang dipatok 100 persen harus UNBK. Sejauh ini pihaknya menunggu konfirmasi jika ada SMP ataupun Mts maupun SMK terdekat yang bergabung memanfaatkan fasilitas yang ada. "Kita terbuka kalau ada MTs dan SMP yang mau UNBK di sekolah kita, ya welcome silahkan," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template