Tanah Retak, 200 Warga Telukjambe Ngungsi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanah Retak, 200 Warga Telukjambe Ngungsi

Tanah Retak, 200 Warga Telukjambe Ngungsi

Written By ayah satria on Sabtu, 11 Februari 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Setahun yang lalu, warga Dusun Jatimulya RT 01/04, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, dikagetkan dengan kondisi rumah mereka yang tiba-tiba retak.
Kini kejadian serupa kembali melanda. Akibatnya, sedikitnya 200 orang yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Citarum tersebut harus mengungsi.  "Mereka yang rumahnya sudah rusak dan ambruk, kini tinggal di keluarganya masing-masing. Kurang lebih ada 20 kepala keluarga atau 200 orang," ungkap Kepala Dusun Jatimulya, Suhendar (48) kepada wartawan, Jumat (10/2) kemarin.
Suhendar memperkirakan pergeseran tanah tersebut, sekitar 200 meter dari bantaran Sungai Citarum. "Disini bukan karena erosi. Soalnya jarak Citarum ke pemukiman tidak dekat. Justru tanah itu bergeser seperti amblas ke bawah. Malahan seperti ada sekat ketinggian, tanahnya terbelah," jelasnya
Sementara itu warga sekitar, Apandi menyatakan kejadian pergeseran tanah di tempat tinggalnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahunnya rekahan tanah yang membelah terus bertambah. "Saya sendiri sudah buat dapur itu empat kali. Karena retakannya terus nambah, baru semalam juga semakin melebar," ungkapnya
Apandi mengatakan, kejadian bermula setelah adanya proyek pengerukan bantaran Sungai Citarum. Kemudian seharusnya tanah yang dikeruk tersebut dijual oleh aparat desa setempat. Kemudian tanah mulai bergerak dan seperti amblas yang akibatnya menghancurkan sejumlah rumah. Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Unang Komara mengatakan, kasus pergeseran tanah di Dusun Jatimulya sudah terjadi sejak tahun 2011. Kejadian pada tahun tersebut dirasakan warga masih belum berdampak parah. Lalu kemudian pada tahun 2016 mulai dirasakan mulai merusak rumah mereka, dan pada tahun 2017 ini ada sebagian rumah yang ambruk. "Kita akan melaporkan hal ini kepada pimpinan. Selanjutnya berkoordinasi dengan akademisi untuk melakukan penelitian pergeseran tanah, disebabkan oleh apa, dan selanjutnya kita akan minimalisir pergerakan tanah melalui kerjasama dengan dinas pekerjaan umum," pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template