Tak Gengsi, Sekolah Sambil Jualan Kerupuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tak Gengsi, Sekolah Sambil Jualan Kerupuk

Tak Gengsi, Sekolah Sambil Jualan Kerupuk

Written By Mang Raka on Sabtu, 25 Februari 2017 | 14.30.00

- Untuk Penuhi Kebutuhan Hidup Sehari-hari

RENGASDENGKLOK, RAKA- Akibat lemahnya perekonomian, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jayakerta harus rela bercucuran keringat menjajakan kerupuk dagangannya berkeliling kampung, bahkan keluar kecamatan. Pasalnya, hal ini ia lakukan setiap hari setelah jam pelajaran sekolah usai demi mempertahanan pendidikannya.
Franki, siswa kelas 7 SMPN 1 Jayakerta mengatakan, disaat siswa lain sedang merasakan asiknya belajar dan beraktifitas kegiatan ekstrakulikuler, di dalam benaknya hanya difokuskan kepada kerupuk, dan berfikir bagaimana caranya kerupuk yang ia jajakan bisa habis terjual.
Dikatakannya, dengan 3 adik yang masih balita dan kondisi keluarga yang kurang memungkinkan, ia mengaku rela menjadi seorang penjual kerupuk keliling meskipun harus menempuh jarak yang cukup jauh setiap hari. "Adik saya yang 1 sekolah di SD kelas 5, yang 2 masih kecil-kecil, setiap hari saya mesti dagang kerupuk untuk membantu jajan adik-adik saya, dari Kertajaya saya berjalan kaki aja, karena kalau pakai angkutan sayang juga, gak sesuai dengan pendapatan," katanya, kepada Radar Karawang, Jumat (24/2) kemarin.
Ia melanjutkan, hal ini lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga, pasalnya sang ayah juga mempunyai pekerjaan yang sama yakni sebagai seorang penjual kerupuk. Ia menilai, pendapatan sehari-harinya tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. "Pendapatan ayah saya tidak cukup untuk jajan adik-adik saya, paling cukup hanya buat makan sehari-hari saja," ucapnya.
Adapun upah hasil penjualan yang ia dapatkan dalam sehari, tidak lebih dari Rp 20 ribu, mengingat kerupuk yang ia bawa keliling setiap hari ini bukan milik pribadi ataupun buatan sendiri. Ia mengaku hanya sebagai penjual saja. "Kerupuk ini mah bukan punya saya ataupun orangtua saya, ini milik bos saya, tugas saya hanya menjualkannya saja. Setiap hari paling saya bisa bisa mendapatkan upah dari bos Rp 20 ribu, itupun kalau habis semua," ujarnya kalem.
Ia melanjutkan, bekerja sebagai penjual kerupuk ini sudah ia lakukan sejak masuk SMP. Pasalnya keinginan untuk sekolahnya masih tinggi dan ingin mencapai pendidikan tertinggi. "Saya pengen terus sekolah, kalaupun harusm enjadi penjual kerupuk, tidak apap-apa lah," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. Salut buat kamu dek semoga Tuhan yg maha Kuasa selalu memberkati mu dan keluargamu.amin

    BalasHapus
  2. Semoga ada dermawan yang rela mau membantumu nak.

    BalasHapus
  3. Yang ini namanya,...calon pemimpin bangsa!jujur ,dan pekerja keras,..!anda adalah the next jokowi !!

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template