Sumur di Medangasem Bau Bensin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sumur di Medangasem Bau Bensin

Sumur di Medangasem Bau Bensin

Written By ayah satria on Selasa, 07 Februari 2017 | 13.15.00

Diduga Akibat Rembesan Tangki SPBU
JAYAKERTA, RAKA - Warga Dusun Krajan, RT 007/002, Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Sugiarto dan beberapa tetangganya mengeluhkan air sumur yang ada di lingkungannya berbau bensin. Diduga, bau bensin tersebut berasal dari rembesan BBM di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang dekat dengan pemukiman warga.
Akibat dari rembesan ini, air yang biasa dikonsumsi warga untuk keperluan sehari-hari tercemar rembesan BBM jenis bensin tersebut, dan kamar mandi warga dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dipergunakan untuk mandi sekalipun. "Air di rumah kami itu tidak bisa dipergunakan karena mengandung minyak, jangankan buat minum, untuk mandi aja kami gak berani. Karena kalau dipaksakan, khawatir kulit kami terkontaminasi dan malah menyebakan gatal-gatal, dan setiap hari kami harus menghirup udara dengan campuran aroma bensin," kata Sugiarto, saat ditemui Radar Karawang dikediamannya, Senin (6/2) kemarin.
Selain kebocoran tank penampung bensin yang mencemari kamar mandi masyarakat, lebih lanjutnya, pencemaran BBM juga dirasakan dampaknya oleh masyaraat saat proses menuangkan bensin dari mobil tangki besar ke dalam tank penampung, aroma bensinnya sangat tajam hingga masuk ke seluruh ruangan rumah. "Sudah mah kamar mandi kami yang tidak bisa digunakan untuk minum, ditambah kalau pom bensin lagi proses menuangkan bensin dari truk ke tank, itu aromanya sangat menyengat sekali, apalagi ke dalam kamar," keluhnya.
Ia melanjutkan, rembesan bensin ini, sudah berlangsung beberapa tahun terakhir sejak ada pergantian pimpinan. Sejak saat itu kebocoran tanki penampung tidak kunjung diperbaiki. Kendatipun warga sering mengadukan keresahan akibat kebocoran tersebut, namun pihak SPBU tidak menggubrisnya. "Saya sering menghadap kepada pihak pom bensin, karena saya belanja gas juga pada mereka, namun mereka hanya menjawab "Iya dan iya" saja, tidak ada jawaban pasti untuk penanggulangan dan pembenahan tank yang bocor tersebut," ujarnya.
Ditempat yang berbeda Kepala Desa Medangasem Dadang M Tamim membenarkan, kebocoran tangki penampung bensin membuat air sumur warga tidak bisa dipergunakan untuk minum, hal itu ia ketahui saat ada salah seorang masyarakat yang mengeluhkan kejadian tersebut. Pasalnya, kebocoran itu sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, namun pihak SPBU tak kunjung memperbaikinya. "Soalnya ada pengaduan dari warga saya, ia mengeluhkan aroma bensin yang menyengat dan mencemari air kamar mandinya," kata dia.
Kalau terus dibiarkan, lanjutnya, bukan hal yang tidak mungkin kesehatan masyarakat akan terancam. "Kalau lama-lama dibiarin bisa TBC itu," pungkasnya.
Namun sayangnya saat hendak dikonfirmasi Radar Karawang, Senin (6/2) sekitar pukul 14.30 pengelola SPBU sedang tidak ada di tempat. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template