Sesepuh Nahdlatul Ulama Karawang Berpulang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sesepuh Nahdlatul Ulama Karawang Berpulang

Sesepuh Nahdlatul Ulama Karawang Berpulang

Written By Mang Raka on Senin, 27 Februari 2017 | 13.00.00

-Pesan KH Hasan Bisri: Umrohkan Ulama dan Guru Ngaji, Persatukan NU

TELAGASARI, RAKA - Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Karawang, KH Hasan Bisri Syafei wafat Minggu (26/2) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, sesaat di perjalanan menuju RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Meninggalnya Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang periode 2002-2012, dan orangtua Wakil Bupati Karawang Ahmad 'Jimmy' Zamakhsyari, ini meninggalkan duka di kalangan Nahdliyin dan masyarakat Karawang. Puluhan kiai, santri dan pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang tumplek di rumah duka, di Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, untuk memberi penghormatan terakhir kepada kiai jebolan Pesantren Cipasung tersebut.
Mewakili keluarga almarhum, H Ahmad Ruchyat mengatakan, ayahnya wafat sekitar pukul 05.00 WIB, saat di perjalanan menuju RS Cipto karena kesehatannya yang mulai drop pada Minggu dini hari. Ayahnya, sebut Uyan, meninggalkan 6 putra/putrinya dan bangunan pesantren yang dipimpinnya semasa hidup. Dirinya juga bersaksi atas perjuangan ayahnya mengelola organisasi NU selama 32 tahun terakhir, bahkan aktif sampai saat ini sebagai Mustasyar PCNU Karawang.
Dari dharma bhaktinya, kata Ruchyat, pesantren, NU bahkan juga pernah menjadi anggota DPRD Karawang, semoga bisa diteruskan putra putrinya. Karena itu, pihaknya menghaturkan terima kasih atas kehadiran dan kerelaan para kiai dan Muspika Kabupaten Karawang, yang berkenan hadir takziah untuk memberikan penghormatan terakhir pada ayahnya. "Separuh hidupnya di dharma bhaktikan di NU Karawang. Semoga kita semua khususnya putra putrinya, bisa meneruskan perjuangan dan cita-citanya," ungkapnya.
Dengan nada terbata-bata, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengatakan, ayahnya drop pada Minggu dini hari.Ddirinya diberitahu oleh adik-adiknya, untuk sama mengantarkan menuju RS Cipto. Namun sebutnya, di perjalanan ayahnya semakin drop dan terus menerus melafalkan kalimah tauhid, dan memeluknya hingga akhirnya pupus di perjalanan. Mewakili almarhum, dirinya memohon dibukakan pintu maaf dan ketulusan doanya kepada semua masyarakat Karawang, agar ayahnya diberikan kelapangan di alam kuburnya. "Saya memeluk ayah saya yang saat di perjalanan menuju RS terus melafalkan lafadz Allah. Kiranya kepada para kiai dan masyarakat mohon doa tulus untuk ayahanda saya," ucap Jimmy.
Ia menambahkan, dua pesan almarhum sebelum wafat terhadapnya adalah mengumrohkan ulama dan guru ngaji. Dan yang kedua adalah mempersatukan NU Karawang. Karena almarhum seringkali mengeluhkan jika NU Karawang terkotak-kotak. Sebab memang ketokohannya membangun NU dari mengkonsolidasikan ranting, MWC-MWC NU sampai kesekretariatan PCNU, perannya sangat besar. Sehingga dirinya enggan melihat NU Karawang terpecah-pecah. "Ada beberapa pesan sebelum almarhum wafat terhadap saya. Mohon doa, semoga saya diberi kekuatan agar bisa menjalankan amanah tersebut," ujarnya.
Sekjen PCNU Karawang periode 2007-2012, Kamaludin Abdullah mengatakan, sehari menjelang wafat, almarhum sempat berkunjung ke kediamannya dalam keadaan sehat bugar. Dirinya baru mendapati kabar pada Minggu pagi. Antara percaya dan tidak, Kamaludin terus mengenang masa-masa pertama kali mengenal almarhum, sampai terakhir pada Sabtu kemarin. Diakui Kamal, almarhum aktif di NU dari masa ke masa. Mulai di organisasi banom sampai menempati posisi sekjen saat H Soleh menjabat, sampai beliau menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang sejak 2002 lalu. Banyak torehan yang sudah dilakukan KH Hasan Bisri selama memimpin NU. Selain membentuk MWC-MWC yang selama Orde Baru sulit diwujudkan, sampai dengan pengadaan sekretariat PCNU Karawang. "Beliau sangat aktif di NU. Selama menjadi Sekjen kita bareng-bareng mengkonsolidasikan NU Karawang," ujarnya.
Nampak di rumah duka, selain Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana, juga Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah dan sejumlah tokoh NU Karawang seperti KH Nasihudin, KH Endam Damiri, KH Ade Fatahillah, KH Miftah Zaini, KH Ahmad Fauzi Ridwan, H Marjuki dan KH Adung Abdul Kohar. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template