Sehari Tiga Bocah Karawang Dicabuli - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sehari Tiga Bocah Karawang Dicabuli

Sehari Tiga Bocah Karawang Dicabuli

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Februari 2017 | 22.25.00

KARAWANG,RAKA - Kasus pencabulan yang dialami ABG Telagasari Bunga (17) oleh sembilan remaja, menjadi pembuka buruknya perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Karawang.
Menurut data yang diterima Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRCPA) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jumlah kasus pelecehan di Karawang tertinggi di Jawa Barat. Setiap harinya ada laporan masuk lebih dari tiga kasus, dan kebanyakan adalah pelecehan seksual. “Yang paling banyak pelecehan terhadap anak perempuan. Sementara di daerah lain seperti di Tasikmalaya, justru pelecehan seksual lebih tinggi terhadap anak laki-laki,” terangnya usai menemui para pelaku pencabulan di Mapolres Karawang, Selasa (21/2) kemarin.
Selain menemui pelaku, TRCPA juga menemui Bunga untuk memberikan trauma healing selama pemeriksaan polisi. “Para pelaku yang masih di bawah umur itu kami berikan assessment. Kami juga mendapatkan informasi dan kronologis langsung dari pelaku terkait peristiwa tersebut,” kata Dewan Pengawas Nasional TRCPA, Bima Sena kepada wartawan.
Menurut Bima, aksi cabul tersebut terjadi karena pelaku terpengaruh minuman keras. Hal itu menjadi gambaran kecil jika di Karawang sangat mudah mendapatkan minuman keras. Mencegah agar tidak terulang kembali, Bima berharap Pemerintah Kabupaten Karawang mampu mengawasi peredaran minuman keras. “Terbukti dari berbagai kasus kriminal dan tindak pidana lain yang menjerat anak di bawah umur, karena minuman keras,” ungkapnya.
Sementara itu, Kordinator Wilayah TRCPA Provinsi Jawa Barat, Diah Momon, tak menampik jika pelecehan seksual dan kekerasan di Karawang cukup memprihatinkan. Diah menduga, angka pelecehan dan kekerasan terhadap anak tersebut kemungkinan bertambah, karena ada yang tidak dilaporkan dengan berbagai alasan dan pertimbangan. “Kami juga menggandeng LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) dan tim trauma healing untuk selalu mendampingi korban. Karena mental korban selama menjalani pemeriksaan dan kesaksian pasti menurun,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi A DPRD Karawang, Indriyani mendesak pemerintah untuk tegas dan ketat mengawasi peredaran minuman keras. Dia menduga banyak warung-warung kecil yang menjual secara bebas minuman keras. Jika minuman keras masih mudah didapat, tidak tertutup kemungkinan  tindak kriminal lain yang menjerat korban di bawah umur kembali terulang. “Saya juga menghimbau orangtua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya. Kalau bisa jangan dibiarkan anak main sampai tengah malam. Mari jaga anak kita secara baik untuk masa depan anak,” pintanya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template