Puluhan Ton Ikan Mas Mati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puluhan Ton Ikan Mas Mati

Puluhan Ton Ikan Mas Mati

Written By Mang Raka on Senin, 13 Februari 2017 | 15.30.00

PURWAKARTA, RAKA - Puluhan ton ikan milik petani keramba jaring apung (KJA) di Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata, mendadak mati secara massal. Ini disebabkan oleh faktor cuaca buruk yang terjadi hampir sepekan di Purwakarta. Kondisi ini mengakibatkan sebagian petani ikan merugi hingga puluhan juta rupiah.
Cuaca buruk yang menyebabkan ikan mati ini, sering disebut para petani dengan istilah umbalan. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tidak adanya sinar matahari. Kurang dari seminggu terakhir hujan yang mengguyur tidak henti hentinya sejak pagi hingga malam. Kondisi ini, menyebabkan air dari dasar waduk naik ke permukaan dengan membawa endapan, yang terdiri dari lumpur dan sisa-sisa pakan ikan yang mengendap di dasar waduk. "Endapan ini menjadi racun dan membuat ikan kekurangan oksigen. Sehingga ikan mabuk dan mati secara massal," kata Muhamad Zaki, (25), salah satu petani KJA ikan air tawar Waduk Jatiluhur, Minggu (12/2).
Zaki mengaku, dampak fenomena umbalan belum terlalu meluas dirasakan seluruh petani, meskipun ikan yang mati jumlahnya cukup banyak. Untuk mencegah kerugian yang lebih banyak, saat ini petani ikan memilih untuk memanen ikan lebih awal sebelum masa panen. Tapi ikan dijual dengan harga murah. "Ketimbang rugi, mending panen lebih awal saja. Tapi yang kasian itu petani yang baru menanam ikan berumur satu bulan, yang ukuran ikan lebih kecil lagi. Mereka memilih merelakan ikan-ikannya mati, karena dijual pun tidak ada yang menampung," kata dia.
Petani ikan, baik di waduk Cirata atau di Jatiluhur, kata dia, kebanyakan membudidayakan ikan mas dan nila. Sampai saat ini, fenomena umbalan sangat berpengaruh pada ikan mas. Sementara sampai saat ini ikan nila masih bisa bertahan hidup. Namun jika kondisi cuaca buruk berlangsung lama, maka tidak menutup kemungkinan ikan nila juga terkena dampaknya. Fenomena umbalan tahun ini tidak terlalu parah. Ini karena banyak petani yang mengambil pengalaman dari fenomena umbalan tahun-tahun sebelumnya. Kerugian yang dialami petani KJA yang terjadi saat ini, disebabkan karena sebagaian petani tidak mengantisipasi musim hujan seperti sekarang. "Sekarang para petani menjual ikan mas yang dipanen lebih awal Rp17.000/kg, padahal jika sudah masuk masa panen harganya di atas Rp21.000/kg. Ukuran ikan masuk masa panen untuk 1 kg berjumlah empat ekor, sementara yang dijual sekarang 1 kg bisa enam sampai tujuh ekor karena belum masuk masa panen. Apalagi ikan yang berumur satu bulan, 1 kg bisa puluhan ekor karena ukuran ikannya lebih kecil yang rata-rata hanya sebesar bungkus korek api," jelasnya.
Senada juga dikatakan Ujang Abdul Aziz (30), salah seorang petani ikan di Waduk Cirata mengaku, jumlah ikan mati akibat cuaca buruk di Waduk Cirata belum merata dirasakan petani. Karena fenomena ini merupakan fenomena tahunan dan kedatangganya sudah diprediksi. Namun bagi petani yang tidak mengantisifasi cuaca butuk sekarang, mereka harus rugi hingga puluhan juta rupiah. "Saat ini ribuan petani ikan yang ada berupaya mencegah kerugian dengan bermacam cara. Seperti membekukan ikan dengan es balok. Meskipun harganya murah setidaknya ikan bisa terjual. Yang penting tidak rugi saja," kata dia.
Menurutnya, selain racun dari pengaruh cuaca buruk petani beberapa bulan terakhir juga banyak ikan yang terkena virus. Virus yang menyerang ikan ini mengakibatkan ikan terlambat tumbuh dan dipenuhi bercak merah. "Meskipun virus ini tidak berpengaruh pada manusia saat ikan dikonsumsi, namun petani harus merugi karena penomena ini juga menyebabkan ikan mati," pungkasnya. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template