Proyek Jembatan Ciparagejaya Dikebut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Proyek Jembatan Ciparagejaya Dikebut

Proyek Jembatan Ciparagejaya Dikebut

Written By Mang Raka on Rabu, 08 Februari 2017 | 12.30.00

*Siswa SDN Ciparagejaya 1 ke Sekolah Naik Perahu

TEMPURAN, RAKA - Masih ingat jembatan penyeberangan Ciparagejaya, jembatan yang menghubungan tiga dusun di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran. Satu-satunya akses yang menghubungkan Dusun Badama, Dusun Karangsambung dan Dusun Karangsinar dengan dusun-dusun lainnya di luar dusun mereka itu ambruk. Akibatnya, ratusan anak sekolah terpaksa menggunakan jalur laut untuk bisa sampai ke sekolahnya.

Informasi yang dihimpun Radar Karawang, Selasa (7/2), sekarang ini lebih dari seribu KK, harus bersabar menunggu perampungan jembatan baru sepanjang 80 meter tersebut, tanpa kecuali para siswa sekolah yang setiap harinya berjuang dengan sampan perahu menuju tempatnya belajar. Meskipun tergolong normal aktivitas belajarnya, namun sesekali dimusim hujan angin, beberapa siswa memilih tidak berangkat ke sekolahnya karena khawatir perahu yang ditumpangi tenggelam dihantam ombak.
Guru SDN Ciparagejaya 1, Rohmania Hayati S.pd mengatakan, 80 persen siswa SD disekolahnya berasal dari tiga dusun terisolir jembatan penyeberangan tersebut, yaitu Dusun Badama, Dusun Karangsambung dan Dusun Karangsinar, bahkan dirinya juga berasal dari salah satu dusun tersebut. Aktivitas belajar siswa sambung Rohmania, normal seperti biasa, kecuali pada saat jembatan-jembatan tersebut ambruk di 2 minggu pertama, selebihnya seperti biasa sampai saat ini.
Bagi anak-anak sekolah selama menyeberang, sedari pertama sudah digratiskan karena ditanggung anggota DPRD Karawang selama proses pembangunan jembatan baru belum rampung. Namun, diluar itu bisa berbayar sekali jalan Rp 5 ribu, walaupun tidak mematok harga dan meminta, tetapi kerelaan yang menyeberang saja karena sudah memberikan jasa. "Aktivitas belajar biasa normal saja, lagi pula siswa-siswa yang menyeberang kan digratiskan sama anggota DPRD," ungkapnya.
Lebih jauh ia menambahkan, khusus kelas 1 dan 2 yang rata-rata masih diantar orang tua, aktivitas belajar sesekali terganggu saat hujan angin tiba, karena banyak kekhawatiran. Sehingga, yang masuk sekolah juga tidak sebanyak cuaca panas. Begitupun aktivitas hari-hari biasa, anak-anak yang biasa datang ke sekolah pagi dan siangnya untuk memperdalam ekskul, saat ini tersendat, karena para orangtua hanya mengizinkan anaknya menyeberang satu kali saja dalam sehari.
Pembangunan jembatan baru yang saat ini sudah mulai proses, diharapkan bisa langsung cepat selesai dan bisa kembali normal, karena bukan saja bagi pendidikan, tapi aktivitas perdagangan dan lainnya juga ikut terganggu rutinitasnya. "Sekolah sih inginnya bisa segera selesai, saat ini sudah dibangun, semoga kualitasnya bagus dan kokoh demi akses masyarakat yang lebih lancar," pungkasnya.
Kades Ciparagejaya, Kabun mengatakan, sementara waktu masyarakat masih harus bersabar karena menggunakan perahu untuk bolak-balik. Sejauh ini Pemkab tengah serius menggarap jembatan yang diperkirakan sepanjang 80 meter dan ketinggian lebih dari 15 meter tersebut. "Sudah langsung dilaksanakan akhir tahun kemarin juga, mohon bersabar saja, karena saya juga warga dari Dusun tersebut dan beraktivitas harus menyebrang dulu," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template