Petani dan Militer Vs Hama Wereng - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani dan Militer Vs Hama Wereng

Petani dan Militer Vs Hama Wereng

Written By Mang Raka on Jumat, 03 Februari 2017 | 16.00.00

JATISARI, RAKA - Serangan hama wereng di pesawahan Jatisari tidak bisa dianggap enteng. Jika lengah, siap-siap saja gagal panen. Sesuai instruksi Presiden untuk memaksimalkan upaya khusus peningkatan produksi tiga komoditas seperti padi, jagung, dan kedelai (pajale) di seluruh pelosok Indonesia, satuan Komando Rayon Militer 0407 Jatisari punya cara tersendiri agar hal tersebut dapat berhasil.
Babinsa Desa Pacing, Serda Agus K mengatakan, pihaknya terus berupaya agar para petani bisa menikmati hasil pertanian dengan maksimal. Salah satunya memberikan penyuluhan kepada petani, agar pesawahan yang mata airnya satu jalur, dapat menanam padi serempak. Hal itu dipandang perlu agar seketika menghadapi musim datangnya hama, bisa terminimalkan. "Kita terus berupaya memberikan penyuluhan dan memantau pemberian pupuk bersubsidi," ucapnya kepada Radar Karawang, Kamis (2/2) kemarin.
Ia mengatakan, petani pada musim ini sangat kelimpungan menghadapi hama wereng, yang jumlahnya kian meningkat. Ditambah lagi dengan menurunnya harga padi. "Kita terus bekerja sama dengan para petani, agar hasil pertanian bisa maksimal. Karena ini berkenaan dengan ketahanan pangan," ucapnya.
Ia berharap, petani tidak pantang menyerah melawan hama wereng. "Harapan saya hama-hama bisa teratasi, harga padi bisa normal, agar petani sejahtera," harapnya.
Penyuluh pertanian, Yuyun Rosyanti (54) mengatakan, belum lama ini sawah diancam hama wereng batang cokelat. Hal itu membuat Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), mengambil tindakan dengan melakukan penyemprotan hama. "Harapan saya produksi lebih meningkat, kalau tidak, ya setidaknya masyarakat bisa menjaga hasil pertaniannya," ucapnya.
Petani, Sari (48) mengatakan, hasil pertanian di tahun ini kian memburuk, akibat serangan hama semakin meningkat. Hampir rata-rata para petani kebingungan, karena biaya pertanian kian meningkat. "Biasanya dalam membasmi hama paling banyak 3 sampai 4 botol, namun di tahun ini 6 botol saja tidak cukup," ucapnya.(mg2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template