Peraih Emas PON Dijatah Rp 1 Juta per Bulan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peraih Emas PON Dijatah Rp 1 Juta per Bulan

Peraih Emas PON Dijatah Rp 1 Juta per Bulan

Written By Mang Raka on Sabtu, 18 Februari 2017 | 16.00.00

KARAWANG, RAKA - Bonus besar yang digadang-gadang diberikan Pemerintah Kabupaten Karawang kepada 19 atlet peraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, ternyata hanya Rp 1 juta per bulan.
"Pada pencairan nanti, kami akan langsung serahkan uang kadeudeuh sebagaimana yang dijanjikan Ibu (bupati)," ujar Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang, Sayuti Haris kepada Radar Karawang, Jumat (17/2).
Prosesinya nanti akan diserahkan di acara upacara Senin atau sejenisnya. Sehingga tidak terlalu banyak memakan tenaga dan pikiran. Karena yang paling penting adalah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang kepada para atlet, yang sudah mengharumkan nama Karawang. "Nanti ibu juga yang akan ngasihnya langsung, cuma teknisnya nanti kami (KONI) yang ngatur," ujarnya.
Menurutnya, 19 orang atlet itu juga akan mendapatkan uang kadeudeuh tidak hanya satu kali, melainkan setiap bulannya. Dengan masing-masing atlet akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 1 juta per bulan. "Mereka akan mendapatkan anggaran per bulan itu sampai tahun 2018. Sampai pelaksanaan Porda Jabar yang akan digelar di Bogor," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, atlet berprestasi itu juga saat ini sudah diupayakan memiliki pekerjaan. Bahkan lima diantaranya sudah ada yang mulai bekerja di instansi pemerintahan dan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), diantaranya di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), PDAM, Badan Perencana dan Pembangunan Daerah (Bappeda), guru SMPN 1 Karawang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Sesuai arahan Ibu dan hasil rapat KONI, para atlet dibantu untuk mendapatkan pekerjaan tetapi tidak di perusahaan. Karena berdasarkan pengalaman, karir mereka sebagai atlet akan habis jika kerja di pabrik," jelasnya.
Dia mencontohkan, sebelumnya ada tiga atlet unggulan Karawang yang bekerja di perusahaan. Tetapi dalam perjalanannya, karena harus sering tidak masuk kerja untuk mengikuti rutinitas sebagai atlet, maka pihak perusahaan memberikan dua pilihan. Fokus jadi atlet dan keluar kerja atau tetap bekerja tapi meninggalkan profesi keatletan. "Mereka bertiga akhirnya memilih berhenti sebagai atlet dan fokus bekerja. Padahal mereka merupakan aset kita," ujarnya.
Atas dasar itulah, atlet berprestasi peraih emas pada PON tahun lalu, didorong bekerja di instansi pemerintahan. Agar mereka tetap bisa fokus menjadi atlet dan mereka juga mendapatkan pekerjaan. "Kami akan terus memberikan pembinaan kepada mereka. Karena mereka merupakan aset yang harus dijaga. Bahkan dikembangkan," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template