Perahu Nelayan Tempuran Tenggelam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perahu Nelayan Tempuran Tenggelam

Perahu Nelayan Tempuran Tenggelam

Written By Mang Raka on Jumat, 03 Februari 2017 | 13.30.00

*9 ABK Diselamatkan Nelayan Ciparage

TEMPURAN, RAKA - Kurangnya pengetahuan dan minimnya informasi yang bisa diserap nelayan mengenai kondisi laut sekitar perairan tempat mereka mancari nafkah sering kali menjadi malapetaka yang harus mereka hadapi. Sialnya, meski kejadian serupa sudah sering terjadi namun belum ada upaya untuk membenahi hal tersebut.

Akibatnya, kejadian serupa pun kembali terjadi di perairan Karawang. Minggu (29/1) lalu gelombang setinggi 2-3 meter menenggelamkan perahu nelayan Ciparage, Kecamatan Tempuran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun cukup memukul mental nelayan untuk kembali melaut. "Cuaca bukan saja ekstrem di darat dengan hujan dan angin kencang, tetapi juga melanda lautan pesisir utara Karawang sepekan terakhir," ucap Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karawang, Jejen Zaenal Mutakin, kemarin.
Dikatakannya, beruntung dalam peristiwa itu sembilan nelayan yang mengawaki perahu itu berhasil diselamatkan rekan-rekannya sesama nelayan. "Awak perahu itu semuanya selamat. Mereka tertolong perahu nelayan asal Muara Tangkolak, Kecamatan Cilamaya Wetan, yang kebetulan berada disekitar lokasi," katanya seraya menambahkan proses evakuasi juga dibantu personel HNSI. Sedang semua korbannya diamankan di TPI Pasir Putih.
Akibat peristiwa itu, sambung Jejen, hingga Kamis (2/2), hanya sekitar 40 persen saja nelayan yang memaksakan diri melaut meskipun beredar larangannya. "Cuaca sepekan terakhir ini masih kurang bersahabat. Gelombang laut dengan ketinggian 2-3 meter melanda perairan utara pesisir Karawang ini," tambahnya.
Dijelaskan Jejen, yang tenggelam itu perahu nelayan Payang yang lagi mencari ikan teri. Nama pemiliknya juragan Winda dari Ciparagejaya.
Jejen menambahkan, cuaca yang ekstrem seperti saat ini memaksa para nelayan sebagian menghentikan aktivitasnya, boleh dikatakan memasuki masa paceklik. Untuk itu, ia menghimbau kepada semua nelayan di semua muara, agar hati-hati dan harus bisa baca situasi dan kondisi laut saat ini. Meskipun tidak ada mata pencaharian lain sekalipun, tapi demi keselamatan jiwa diharapkannya agar menghentikan dulu aktivitas melaut sampai cuaca dipastikan normal. "Dihimbau juga kadang susah, tetap saja ada yang melaut sih, jadi ya kita memang hanya bisa memberi binaan yang sifatnya bijak saja," pungkasnya.
Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasirputih, Waryono mengungkapkan, cuaca kurang bersahabat saat ini, bagi nelayan rajungan yang biasa melaut ke wilayah Lampung, Sumatera dan Kalimantan diharapkan menghentikan sementara aktivitas melautnya. Sampai sejauh ini, ia mengira-ngira, ada sekitar 40 persen saja yang masih memaksakan melaut ditengah gelombang yang mencapai 2-3 meter ini. "Sebanyak 60 persen nelayan tidak melaut, karena gelombangnya tinggi," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template