Penipu Berkedok Investasi Dilaporkan ke Polisi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penipu Berkedok Investasi Dilaporkan ke Polisi

Penipu Berkedok Investasi Dilaporkan ke Polisi

Written By Mang Raka on Senin, 20 Februari 2017 | 13.00.00

KARAWANG,RAKA - Dedeh Susanti (39) warga Dusun Neglasari, Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran,  Minggu (20/2) mendatangi Polres Karawang untuk melaporkan Nia Nurwati dan Yanti Arnita ke Polres Karawang. Dede bersama rekannya mengaku telah korban penipuan investasi bodong yang mengiming-iming akan mendapatkan bunga 30 persen dari modal per bulannya.

“Investasi ini bukan hanya saya saja yang menjadi korban, ternyata banyak yang menjadi korban. Bahkan mereka (korban) ada yang menagih ke rumah pelaku, namun hanya janji-janji saja. Tapi, yang melapor baru sebagian dan yang terdata sekitar lima puluh orang,” kata Dede.
Menurut Dedeh, ia tergiur untuk mengikuti investasi bodong tersebut ketika Nia menghubunginya dan menawarkan kerja sama menanam modal untuk pembelian bahan sepatu, Juni 2016 silam. Apalagi, saat itu Nia memberikan  order sepatu sebanyak  1000 pcs sepatu dan dijanjikan akan  mendapat keuntungan bungan 30 persen dari modal setiap bulannya. “Saya awalnya tidak percaya, namun Nia (terlapor) menyakinkan dengan adanya surat kerja sama dengan perusahaan dan surat kesepakatan. Beberapa saat kemudian saya menyetorkan uang Rp 20 juta kepada dia (Nia),” ungkapnya.
Dedeh mengatakan, setelah menyetorkan uang Rp 20 juta, kemudian Nia menjanjikan keuntungan 30 persen setiap bulannya. Awalnya dari bulan pertama (Juli) sampai November 2016 berjalan lancar pembayaran bunga sebesar Rp 6 juta. Bahkan ia juga kembali menyetorkan sejumlah uang kepada Nia. “Namun dari Desember 2016 sampai bulan ini (Febuari), saya tidak mendapat keuntungan yang telah dijanjikan oleh Nia (pelapor). Karena saya terima keuntungan tersebut dua minggu sekali, untuk total kerugian Rp 400 juta,” jelasnya.
Menurut Dedeh, setelah menanyakan kepada Nia, dia malah berbelit-belit dengan banyak alasan. Namun setelah didesak terus, ternyata uang tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Serta sisanya disetorkan kepada Yanti yang merupakan pemilik Toko Eja di Pasar Karawang. Tetapi sampai sekarang ini tidak pernah liat jenis kerja samanya. “Untuk korban investasi bodong ini mencapai lima puluh orang yang terdata. Untuk total kerugian mencapai Rp 1,8 miliar. Dengan pelaporan ini, ia berharap pihak kepolisian segera menangkap kedua pelakunya tersebut,” pungkasnya. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template