Pengungsi Karangligar Padati Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengungsi Karangligar Padati Sekolah

Pengungsi Karangligar Padati Sekolah

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Februari 2017 | 13.30.00

*Interchange Terputus

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Gelombang pengungsi pertama musim banjir 2017 ini mulai terlihat. Kemarin (13/2), puluhan kepala keluarga yang tinggal di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, mulai mendatangi kantor desa dan sekolah-sekolah terdekat, setelah dusunnya diterjang banjir akibat meluapnya Sungai Cibeet.

Banjir memang sudah lebih dulu melanda dusun ini, dan Minggu (12/2) lalu debit air sudah berangsur turun, namun kemarin pagi warga kembali dibuat panik karena sejak pukul 06.00 Wib debit air sekitar kembali naik bahkan sudah mencapai 80 cm dan merendam sekitar 4 RT dengan jumlah kepala keluarga mencapai ratusan. Data yang diperoleh Radar Karawang menyebutkan untuk RT 02 ada sekitar 58 rumah dengan 204 jiwa, RT 03 sebanyak 96 rumah dengan 327 kepala keluarga, RT 05 ada 23 rumah dengan 75 jiwa dan RT 01 sebanyak 17 rumah dengan jumlah 66 Jiwa.
Saat berita ini diturunkan ketinggian air berangsur-angsur menurun. Bahkan akses warga melalui Kampung Tegalluhur atau biasa menggunakan jalur interchange terputus terkena genangan air hingga beberapa bantuan pun gunakan jalur pasar Jati, Desa Karangligar.
Sejumlah warga mengaku pasrah terhadap banjir kali ini. Mereka hanya berharap ada solusi yang jelas agar penyelesaian permasalahan banjir yang sering menjadi ritual tahunan warga bisa ada jalan keluarnya. "Kalau begini terus ya stress juga warga dihinggapi rasa was-was jika hujan datang. Bahkan imbas kami pun bisa saja dari wilayah dataran tinggi seperti di wilayah Loji hujan deras dan besar saja maka imbasnya ya sampai juga kesini," tandas Yayan (40) warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Desa Karangligar, merupakan salah satu daerah rawan banjir di Karawang. Kondisi itu terjadi karena Desa Karangligar merupakan daerah perlintasan aliran Sungai Cibeet yang mengalir dari wilayah Bogor hingga Karawang. Banjir di daerah sekitar Desa Karangligar bukan disebabkan luapan Sungai Citarum. Tapi akibat luapan sungai Cibeet yang airnya mengalir dari Bogor hingga Karawang tanpa melalui bendungan atau pengaturan air.
Sejumlah warga korban banjir di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat itu menyebutkan banjir akibat sungai Cibeet meluap sejak Sabtu dinihari. "Banjir ini kiriman dari hulu Sungai Cibeet. Karena saat terjadi banjir di daerah sekitar Desa Karangligar sama sekali tidak hujan," kata Agus, korban banjir di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar.
Di sejumlah titik banjir, ketinggian air mencapai 30-70 centimeter. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tapi juga merendam jalan utama di daerah tersebut. "Kita baru dua malam pulang ke rumah setelah sebelumnya mengungsi akibat banjir. Tapi sekarang banjir datang lagi," kata dia.
Agus berharap, pemerintah bisa secepatnya mengambil langkah yang aktual agar masyarakat di wilayah tersebut tidak terus saja dihinggapi rasa khawatir setiap hujan mengguyur wilayah Desa Karangligar. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template