Penghuninya Plesir Tiga Hari, Dewan Habiskan Rp 500 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penghuninya Plesir Tiga Hari, Dewan Habiskan Rp 500 Juta

Penghuninya Plesir Tiga Hari, Dewan Habiskan Rp 500 Juta

Written By Mang Raka on Selasa, 07 Februari 2017 | 22.22.00

KARAWANG, RAKA - Memasuki tahun anggaran 2017, anggota DPRD Kabupaten Karawang kembali beraktivitas. Kali ini mereka melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah. Ada yang ke Bali, Malang, dan Bandung.
Jika dilihat dari kunker sebelumnya, tidak terlalu berpengaruh terhadap pembangunan Kabupaten Karawang. Pasalnya, produktifitas anggota dewan di tahun 2016 saja kurang memuaskan, banyak peraturan daerah (perda) yang tidak tuntas digarap.
Sekretaris DPRD Kabupaten Karawang, Agus Mulyana SE mengatakan, anggota dewan sedang melakukan kajian-kajian dan perbandingan dalam rangka menghadapi program kerja DPRD tahun ini. Kegiatan tersebut memang sudah menjadi agenda awal tahun, baik itu komisi, alat kelengkapan, panitia khusus maupun badan-badan. "Semua anggota dewan melaksanakan kegiatan kunker. Ini untuk mengejar target regulasi program kerja unggulan. Diantaranya ada yang kunker ke Bandung, Malang dan Bali," ujar Agus melalui ponselnya, Senin (6/2).
Menurutnya, kunker yang dilaksanakan selama 3 hari, terhitung mulai hari Minggu hingga hari Selasa, akomodasi dianggarkan kurang lebih Rp 500 juta untuk 50 anggota dewan. "Semua diberangkatkan, tentu kita harus menyikapi kunker tersebut secara objektif bukan subjektif dari pemberangkatannya saja. Tetapi terpenting adalah sepulangnya kunker apa saja yang diperoleh pada setiap komisi di DPRD," ujarnya.
Menurut akademisi yang mengajar di salah satu perguruan tinggi di Karawang, Ahmad Hadibrata, SE, MM, yang paling penting adalah hasil dari kunjungan kerja tersebut. Jangan sampai kunjungan kerja hanya dijadikan kedok anggota dewan, untuk jalan-jalan ke sebuah daerah. "Dalam komitmen Tri Fungsi Legislatif, kunker yang dilakukan DPRD sebenarnya lumrah saja dalam mengemban dan menunjang pelaksanaan fungsinya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, pertanggungjawaban pasca melakukan kunker ini," ujarnya.
Karena hasil dari kunker itu akan dipertanyakan oleh publik, benar atau tidak para wakil rakyat dalam mengemban amanat rakyat. Termasuk saat kunker dilakukan, apakah murni kepentingan kinerja dewan, atau ada tujuan lain dimana untuk memenuhi kebutuhan pribadi-pribadi dewan saja.
"Harus hati-hati yah, yang digunakan itu uang rakyat. Harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan untuk kepentingan rakyat," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template