Penderita Hidrosefalus Terlantar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Penderita Hidrosefalus Terlantar

Penderita Hidrosefalus Terlantar

Written By Mang Raka on Kamis, 23 Februari 2017 | 12.00.00

- Tak Punya Biaya untuk Berobat

BATUJAYA, RAKA- Seorang balita, Selfi yang berusia 1 tahun mengidap hidrosefalus atau kelebihan cairan di kepalanya terlantar tidak bisa berobat, akibat tidak memiliki biaya untuk memeriksakan kesehatan. Selain itu, orangtua balita, Samih (35), warga Dusun Segaran RT 08/02, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, tidak memiliki kartu jaminan kesehatan dari pemerintah. Alhasil, putri pertamanya kini masih tergeletak lemas.
Namun hal tersebut diketahui anggota Babinkamtibmas Polsek Batujaya Aiptu Yulian Adhisukma, yang merasa iba atas penderitaan keluarga Amih, ia langsung berupaya melakukan tidakan cepat dengan cara melapor ke komandannya lalu berkoordinasi pada Kepala Desa Segaran untuk pengurusan persyaratan administrasi hingga mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah Kabupaten Karawang. "Saya terharu, karena penderita memang orang tidak mampu, dalam kondisi mengkhawatirkan karena bapaknya sudah meninggal, kini di rawat ibu kandungnya yang hidup pas-pasan. Jangankan untuk berobat, makanpun seadanya, demi kesembuhannya kami berniat mengurus persyaratan jaminan kesehatan, tujuannya agar dapat ditangani medis," katanya, kepada Radar Karawang, Rabu (22/2) kemarin.
Ia melanjutkan, yang menjadi kendala saat ini, bukan masalah penanganan medisnya, justru pada saat nanti dapat jaminan kesehatan dan ditangani oleh rumah sakit. Keluarga tidak memiliki biaya transportasi, biaya menuggu dan kebutuhan makanan bergizi putrinya, karena itu ia berharap ada dermawan yang peduli terhadap penderitaan Selfi.
Kepala UPTD Puskesmas Batujaya H Eko Susanto menambahkan, sejak tahun 2005 balita ini sudah mendapat penanganan langsung dari puskesmas, namun ketidakmampuan puskesmas yang mengaharuskan balita tersebut dirujuk ke rumah sakit. Ia mengatakan, sempat dibawa berobat ke RS Dewi Sri, namun permasalahan terkendala biaya. "Puskesmas sudah menangani dengan merujuknya ke RS, namun terkendala biaya untuk bolak-baliknya, karena tetep saja walaupun biayanya gratis, untuk biaya menunggu sehari-hari mesti dibayar," ujarnya.
Dengan kondisi balita yang masih tergolek lemas, sambung dia, orangtuanya dinilai cuek, bahkan sekarang sudah punya anak lagi dengan suami yang berbeda. Namun pihak yang lain tidak tahu persis permaslahannya seperti apa, tinggal sekarang permaslahannya keluarga tersebut tidak mempunyai BPJS, namun masih ada cara lain untuk bibuatkan rujukan, tinggal keaktifan dari lintas sektoral serius atau tidaknya mengurusi balita tersebut. "Harusnya mendapatkan rujukan atau bantuan lain dari lintas sektoral untuk kesembuhan balita malang tersebut misalnya ke Karawang Sehat," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template