Pemkab Purwakarta Gagal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Purwakarta Gagal

Pemkab Purwakarta Gagal

Written By ayah satria on Selasa, 07 Februari 2017 | 01.13.00

PKL Plered Jualan di Jalan Lagi
PLERED,RAKA - Anggota DPRD Purwakarta, Dadang Sudirman, desak pemerintah selesaikan permasalahan puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Plered. Pasalnya, akibat terusir dari lapak, kini para pedagang tersebut kembali berjualan di bahu jalan dan menimbulkan kesemrawutan.
Lapak tempat berjualan para PKL sebelumnya, yang bersebelahan dengan tempat Wisata Kuliner Maranggi sekitar Stasiun KA Plered, diketahui masih dalam status sengketa sejumlah pihak. Namun dalam waktu dekat ini, rencananya akan dibangun pertokoan. "Bisa terjadi seperti ini, akibat kurang matangnya kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah," kata Dadang, kepada Radar Karawang, Minggu (5/2).
Menurutnya, pemerintah kabupaten harus segera turun tangan dan dapat menertibkan kembali para PKL yang kini berjualan di bahu jalan. "Terkait ada lahan yang dibangun lapak baru, saya justru menjadi bertanya-tanya apakah pemerintahan kecamatan dan pemkab tidak mengetahui hal tersebut?" ujarnya, penasaran.
Politisi PAN Purwakarta itu menambahkan, banyaknya PKL yang kini memadati wilayah Plered, adalah dampak dari tidak terakomodirnya aspirasi pedagang oleh pemerintah pada saat dilakukan relokasi Pasar Plered ke Pasar Baru Citeko beberapa tahun lalu. "Alhasil, banyak pedagang Pasar Citeko yang akhirnya kembali lagi berdagang di lingkungan Pasar Plered lama ditambah saat ini belum ada fasilitas yang dibangun oleh pemerintah daerah di lingkungan Pasar Plered lama, yang ada hanya relokasi pedagang maranggi," tutur Dadang.
Ia berharap, Bupati Purwakarta dapat segera mengambil kebijakan yang tegas dalam menertibkan para PKL. Sebab, saat ini, nama bupati  disebut-sebut telah memberikan izin kepada salah satu pihak untuk membangun pertokoan dilapak yang digunakan lapak PKL sebelumnya. "Saya punya keyakinan, bupati belum mengetahui hal ini, mungkin bisa juga dimanfaatkan oleh orang-orang dekat bupati dengan mengatasnamakan bupati, dan saya harap bupati segera mengambil kebijakan yang tegas akan hal ini. Kebetulan bupati sekarang ini sedang gencar-gencarnya menindak pungli yang melibatkan jajarannya," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template