Pemkab Masih Pede Bandara Jadi Dibangun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Masih Pede Bandara Jadi Dibangun

Pemkab Masih Pede Bandara Jadi Dibangun

Written By Mang Raka on Senin, 20 Februari 2017 | 16.00.00

KARAWANG, RAKA - Upaya pemerintah pusat merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, yang berimbas pada rencana pencoretan proyek bandara di Karawang, ditanggapi dingin oleh Pemerintah Kabupaten Karawang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Eka Sanatha, masih percaya diri jika bandara Karawang tetap akan dibangun. Pasalnya, sampai saat ini belum ada revisi Perpres No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
"Perpresnya belum direvisi, selama perpresnya belum direvisi, masih tetap ada. Apalagi bandara Karawang sudah masuk RT/RW Nasional," ujar Eka kepada Radar Karawang, Minggu (19/2).
Menurutnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, sudah melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan (Menhub). Hal itu menunjukan bahwa Pemkab Karawang siap menyambut kehadiran bandara. Bahkan saat ini tinggal menunggu RT/RW Provinsi Jawa Barat. "Itu (Bandara Karawang) baru rencana ada evaluasi. Perpres itu proyek nasional yang akan dipercepat sampai 2019," ujarnya.
Dengan demikian, dia masih meyakini bahwa Bandara Karawang akan tetap dibangun. Memang yang masuk target 2019 adalah Bandara Kertajati Majalengka dan Kulonprogo Yogyakarta. Sementara untuk dua bandara lainnya A Yani Semarang dan Karawang kemungkinan tidak ditargetkan di 2019.
"Jadi tetap masuk program nasional, kami juga (pemerintah daerah) terus menyiapkan untuk bandara itu," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Radar Karawang, bandara pengurai kepadatan Bandara Soekarno-Hatta yang digadang-gadang akan dibangun di Kabupaten Karawang dicoret pemerintah pusat, bersamaan dengan 17 Proyek Strategis Nasional (PSN), yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. Deputi VI Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, dicoretnya proyek-proyek dengan nilai total Rp 58 triliun tersebut, karena tidak mendapat dukungan dari pemerintah daerah (pemda).  Satu diantaranya adalah Bandara Karawang, yang sebelumnya diproyeksi bakal membantu mengurai kepadatan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.  "Dari menterinya sendiri, mereka menganggap proyek-proyek ini sudah tidak strategis lagi. Dari daerah juga tidak ada dukungan," kata Wahyu.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Implementasi KPPIP menjelaskan dikeluarkannya 18 proyek dari daftar PSN, juga karena menteri teknis yang instansinya mengusulkan proyek tersebut tahun lalu, kini menganggapnya sudah tak penting lagi.  “Mungkin pada waktu itu iya, tapi sekarang karena ada yang lebih penting lagi, jadi dikeluarkan," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. uruskeun weh hela jalan rusak bos, eleh ku purwakarta, enggan ngabenerkeun jalan ge, hayang proyek gede wae.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template