Napi Tua Cabul, Muda Penganiaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Napi Tua Cabul, Muda Penganiaya

Napi Tua Cabul, Muda Penganiaya

Written By Mang Raka on Kamis, 09 Februari 2017 | 20.51.00

-Lapas Warungbambu Overload

KARAWANG, RAKA – Mendengar kata penjara, yang terlintas dalam pikiran semua orang pasti menyeramkan, terkekang, penuh dengan kekerasan, sumpek, penyakitan, dan semua yang berbau negatif.
Namun, pemandangan berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungbambu. Lapas berpenghuni 1.047 napi dan tahanan itu terlihat 'manusiawi'. Padahal jika dilihat dari kapasitas sudah overload. Pasalnya, berdasarkan data dari laman Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Lapas Warungbambu hanya berkapasitas 590 orang. Meski begitu, para napi bebas beraktivitas seperti masyarakat pada umumnya. Berladang hingga beribadah. Merokok, olahraga, nongkrong di pinggir lapang. Bedanya mereka berada di balik tembok seluas 67.340 meter persegi. “Memang kalau pagi mulai dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore, kami banyak beraktifitas di lingkungan lapas. Tapi jelang malam hari kami berada di sel, itu memang sudah ketentuan peraturannya,” ujar Anggara Budi Prakoso, narapida di Blok Masjid saat berbincang dengan Radar Karawang, Rabu (8/2).
Ia melanjutkan, para napi diberikan berbagai fasilitas di lapas ini. Seperti lapangan bola voli, basket hingga futsal. Bagi yang gemar bertani, para napi bisa bercocok tanam. Namun, ketika disinggung rumor kamar esek-esek khusus napi, Budi mengaku tidak tahu menahu akan hal itu. "Tahanan laki-laki dan perempuan dipisah. Jelas tidak ada,” katanya.
Kepala Lapas Kelas II A Warungbambu Zaenal Arifin mengatakan, jika ada napi yang sakit diobati di lapas. Kecuali kondisinya sudah sangat parah, baru dilarikan ke rumah sakit. "Ada prosedur yang kumplit, dan dilakukan pengawalan dari pihak kami,” tuturnya.
Seluruh napi pada jam-jam tertentu bebas beraktifitas. Tidak selamanya berada dalam sel. "Setiap jam 7 pagi mereka bisa beraktifitas. Ada yang bekerja, ada juga yang menjalani pembinaan lainnya. Semua masih di lingkungan ini," tuturnya.
Menurutnya, para napi juga kerap diberikan penyuluhan kerohanian, olahraga, hingga kesehatan. Seperti yang dilakukan oleh para dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI). "Disini cukup komplit baik fasilitas olahraga, sarana ibadah (masjid, gereja, vihara) dan lainnya," ucapnya.
Disinggung perkara yang membuat para kriminil mendekam di Lapas Warungbambu, Zaenal mengatakan sangat beragam. Mulai dari pencabulan hingga kejahatan jalanan. Tapi yang jelas, ada 10 napi berusia tua dan 3 remaja. “Kebanyakan sih kasus pencabulan untuk umur tua, untuk yang muda kekerasan dan penganiayaan,” pungkasnya.
Saat Radar Karawang mencoba melihat lebih jauh area lapas, ternyata tidak bisa leluasa. Beberapa tempat seperti sel tahanan dilarang dilihat. Bahkan untuk ke toilet saja, diikuti oleh sipir. (ian/mg2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template