Miniatur Sepeda Karya Yudi yang Malang Melintang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Miniatur Sepeda Karya Yudi yang Malang Melintang

Miniatur Sepeda Karya Yudi yang Malang Melintang

Written By ayah satria on Sabtu, 11 Februari 2017 | 11.18.00

Terkenal di Eropa, Terasing di Karawang
KLARI, RAKA - Tidak banyak yang tahu jika salah satu miniatur sepeda di rumah orang Eropa dan Amerika Latin, buatan warga Puri Kosambi I, Blok Y RT 46/13, Desa Duren, Kecamatan Klari.
Awalnya, karya Yudi dipesan oleh seorang pecinta sepeda di Singapura. Lambat laun, usaha rumahan yang digelutinya empat tahun lalu itu merambah hingga Benua Biru dan Chile. "Mungkin sudah tidak terhitung lagi karya kami laku di pasaran internasional," ungkap Yudi pemilik usaha miniatur sepeda kepada Radar Karawang, Kamis (9/2).
Ia menceritakan, karyanya itu hasil keisengan memanfaatkan sedotan bekas yang berserakan di Desa Duren. Tak disangka, mampu menjadi daya tarik komunitas sepeda gunung yang berada di negara lain. "Awalnya saya iseng saja. Ada beberapa bekas sedotan, saya rangkai dan coba buat sepeda dari sedotan. Pas jadi saya foto dan dishare melalui medsos, kebetulan saya punya teman di Singapura," terangnya.
Dari satu karya eksperimental itu, Yudi tidak menyangka jika temannya mempromosikan miniatur sepeda tersebut. Hasilnya luar biasa. Dari satu negara ke negara lain, dari satu benua ke benua lain. "Ternyata dia mempromosikan ke negara lain. Hingga akhirnya sampai ke Eropa," ucapnya.
Uniknya, awal mula Yudi merintis usahanya, dicurigai warga setempat. "Disangka kita lagi membuat hal yang negatif," katanya.
Melihat potensi bisnis yang menggiurkan, akhirnya Yudi memutuskan kerajinannya menjadi lahan usaha. Menginjak awal tahun 2013, dia akhirnya menggandeng dua teman dekatnya, Agus dan Adi. "Sehari bisa membuat dua sepeda. Karena tingkat kesulitannya sangat tinggi," katanya.
Bicara soal harga, Yudi mengatakan satu miniatur sepeda dibanderol Rp 200 ribu. Itu untuk harga lokal. Sedangkan bagi pemesan di luar negeri, tergantung dari jarak tempuh pengiriman barang. "Luar negeri lebih mahal, karena ada ongkos pengiriman," ujarnya.
Melihat usaha rumahan yang dirintis warga Klari tersebut, sangat disayangkan belum ada peran dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Padahal, dari tahun ke tahun pecinta sepeda gunung semakin banyak. "Paling untuk warga asli Karawang bisa dihitung jari sejak kami mulai menggelutinya (usaha kerajinan miniatur sepeda), satu hingga dua orang. Jadi sebuah karya di mata warga Karawang sangat rendah," cetusnya.
Di tempat yang sama,
Aparatur Desa Duren, Lili Sukarli menyampaikan, meski industri rumahan yang dilakukan warganya mampu menembus pasar internasional, tapi tidak banyak diketahui warga Karawang. Ia berharap, karya-karya Yudi diperhatikan Pemkab Karawang. "Jadi semoga saja hasil karya warga kami bisa diketahui di seluruh wilayah di Karawang," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template