Metode Salibu Diluncurkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Metode Salibu Diluncurkan

Metode Salibu Diluncurkan

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Februari 2017 | 14.30.00

*Bisa Meningkatkan Produksi Padi

MAJALAYA, RAKA – Guna meningkatkan hasil panen serta harga ekonomis dalam melakukan tanam padi kembali, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Majalaya, meluncurkan metode Salibu yang merupakan inovasi budidaya padi tanpa benih.

“Metode salibu muncul pertama kali di wilayah Sumatera Barat, Padang. Ini dalam menambah hasil panen. Kini akan dicoba di wilayah Kabupaten Karawang salah satunya di wilayah Kecamatan Majalaya yang memang masih dipenuhi dengan lahan sektor pertanian,” ujar Ade Suparman Kepala UPTD Pertanian Majalaya, kepada Radar Karawang, kemarin (1/2).
Ia melanjutkan, metode tersebut merupakan pemanfaatan tanaman padi yang sudah dipanen dan dilakukan pemangkasan batang padi yang menyisakan 10 cm. Hal tersebut ternyata dapat kembali tumbuh menjadi tunas baru. “Jadi metode salipu ini intinya batang padi yang sudah dipanen jangan di ganti dengan bibit baru, untuk mengurangi modal, ternyata bisa juga yang bekas dipanen itu di pangkas dengan menyisakan 10 cm saja,” katanya.
Program tersebut, lanjut dia, tidak hanya dapat membantu penghasilan petani lebih tinggi lagi, akan tetapi program tanam 3 kali panen tersebut dapat berjalan efektif diwilayah ini. “Ini cukup menguntungkan, selain dengan modal kecil kita bisa panen lebih banyak,” ujarnya.
Agar metode salibu diterapkan seluruh petani yang tersebar diseluruh Kecamatan Majalaya, peranan aparatur desa sangat dibutuhkan dalam menjalankan program tersebut. Hal ini dinilai pentingdilakukan untuk ditahun ini. “Makanya saya minta seluruh kepala desa segera sampaikan ke seluruh warganya, dan ini nantinya ketika sudah diterapkan warga akan dilakukan pengawasan dalam penerapan metode ini,” paparnya.
Adapun itu, dia menyampaikan, meski terus menerus diguyur hujan dan mampu membuat kualitas harga gabah mengalami penurunan harga. Akan tetapi, tidak sedikit lahan pesawahan sudah dilakukan penggerapan panen. “Sekarang sudah ada beberapa titik yang dipanen, meski Cuma 1 atau 2 hektare saja di setiap desa yang panennya, salah satunya di Desa Bengle 2 hingga   4 hektare sawah sudah panen,” ucapnya.
Adapun itu, ketika ditemui seorang petani yang sedang merawat tanaman padi diladangnya, yang mengaku bernama Ocim (44) Warga Desa Bengle mengatakan, saat  hujan terus mengguyur ditahun ini. Memang sangat berdampak terhadap tanamannya. Karena selain saat panen nanti akan mengurangi harga gabah. Hal ini pun akan dapat menimbulkan berbagai persoalan. “Meski musim hujan asal air yang mengaliri sawah tetap stabil ini akan baik-baik saja, tidak lama lagi akan di panen,” ucapnya.
Namun, menurutnya, yang dikwatirkan itu dalam mengantisipasi serangan hama wareng, yang memang tidak banyak petani yang kwatir hama tersebut menyerang ladangnya. “Cuman ini terus kami awasi dan di rawat, karena takut terserang hama wareng nantinya,” katanya.
Ketika diinformasikan perihal Metode salibu yang akan diluncurkan di tahun ini bagi seluruh petani yang ada diwilayahnya, menurutnya, metode tersebut baru didengarnya. Meski memang bisa dilakukan. Namun hal ini meski ada pembinaan yang dilakukan UPTD Pertanian, agar para petani tersebut dapat menerapkan secara maksimal metode tersebut. “Kalau metode salipu baru dengar tapi kalau memang itu baik untuk mengurangi beban modal kita bagus juga, cuman biasanya kalau kita masih menggunakan batang lama, maka hasilnya tidak akan bagus dari sebelumnya, terutama cita rasanya, maka itu ini butuh pengarahan dulu biar kami tahu nanti dalam perawatannya,” pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template