Malapetaka Air Mancur Taman Sri Baduga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Malapetaka Air Mancur Taman Sri Baduga

Malapetaka Air Mancur Taman Sri Baduga

Written By Mang Raka on Senin, 20 Februari 2017 | 13.30.00

- Satu Orang Tewas, Sembilan Pingsan

PURWAKARTA, RAKA - Peresmian tahap 3 air mancur di Taman Sri Baduga, Situ Buleud, Jalan KK Singawinata, Purwakarta minta tumbal. Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi untuk menyaksikan atraksi air mancur tersebut, memaksa mereka harus berdesak-desakan untuk bisa masuk ke dalam taman. Bahkan sejumlah warga nekat menaiki pagar pembatas untuk bisa masuk ke dalam taman tersebut.
Diduga akibat kehabisan oksigen saat berdesakan di sekitar taman Sri Baduga, Indra Kusumawati (42), salah seorang warga asal Gang Beringin, Kelurahan Nagri Kidul Kecamatan Purwakarta yang hendak menyaksikan peresmian tersebut meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Selain korban meninggal, sejumlah pengunjung lainnya juga sempat pingsan dan langsung di evakuasi ke rumah sakit milik Pemda Purwakarta tersebut. Korban meninggal dan jatuh pingsan ini diduga akibat kehabisan oksigen dan tidak kuat saat berdesakan di sekitar taman tersebut.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban pingsan yang berhasil dievakuasi ke rumah sakit antara lain, Andini (23) Kampung Patrol, Desa Bunder RT 05/01, Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu. Muhamad Marwan Padilah (14), warga Kampung Leuwibungur, Desa Sukagalih Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur. Putri Nabila (18), warga Kampung Pasar Jumat, Gang Aster 3 Kelurahan Nagrikaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. Elda Sapitri (17), Desa Sindang Panon Kecamatan Bojong, Purwakarta.. Cici Ratalia (25), warga Kampung Bojong Loa Purwakarta. Saviga Hemi (13), warga Kampung Kaum Kaler, Kelurahan Cipaisan Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. Ido Pebriawan (14), Kampung/Desa Cikopo, Kecamatan Bangursari, Purwakarta. Sintia (20) Kalijati Kabupaten Subang. Dewi Aryanti Putri (48), warga Tambun Utara Kabupaten Bekasi.
Sementara, hasil visum pada tubuh jenazah yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Bayu Asih menunjukan bahwa almarhumah meninggal akibat serangan jantung. Hal ini dibuktikan dari kondisi wajah korban yang terlihat membiru."Tidak ada bekas luka apapun termasuk akibat terinjak di tubuh korban, dari kondisi tubuhnya, kesimpulan kami almarhumah meninggal karena serangan jantung, wajahnya ebiruan," kata Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih, dr Denny Darmawan.
Denny juga menyebut, jika dibedah lebih lanjut, pihaknya dapat menemukan penyakit yang diderita oleh korban. Namun sayang, upaya tersebut tidak bisa dilakukan karena penolakan dari pihak keluarga. "Kalau kami otopsi bisa lengkap ketahuan, tapi pihak keluarga menolak karena mereka mengaku sudah ikhlas, ingin segera dibawa pulang katanya," kata Denny.
Permintaan maaf atas kejadian ini juga datang dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Usai acara peresmian, Dedi langsung menuju Rumah Sakit untuk melihat keadaan jenazah. "Saya meminta maaf atas kejadian ini, semoga pihak keluarga tabah," singkat Dedi.
Selain menjengukn Dedi juga menyerahkan uang santunan sebesar Rp20 Juta untuk digunakan oleh keluarga korban sebagai biaya pemulasaraan jenazah dan tahlil hingga 40 hari ke depan. (awk)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Turut berduka atas kejadian ini,..

    BalasHapus
  2. Turut berduka cita.. Tapi ada yang menggelitik di paragraf pertama. "Purwakarta mita tumbal" ngeri amat, ini koran apa majalah misteri ������

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template