Korban Banjir Tuntut Pertamina - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Korban Banjir Tuntut Pertamina

Korban Banjir Tuntut Pertamina

Written By Mang Raka on Senin, 20 Februari 2017 | 12.00.00

*Banjir Karangligar Akibat Tambang Minyak

KARAWANG, RAKA - Warga korban banjir Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, menuntut Pemkab dan PT Pertamina untuk segera memberikan solusi. Sampai saat ini daerah itu masih menjadi langganan banjir akibat eksploitasi gas bumi sehingga mengakibatkan daerah resapan tanah menjadi rendah.

Ajay Wijaya (38) warga setempat mengatakan, jika banjir yang terjadi sejak tahun 2007 lalu, tidak terlepas dari akibat eksploitasi yang dilakukan pihak Pertamina. Sehingga, setiap terjadi bencana banjir di Karawang, Desa Karangligar senantiasa ikut kebanjiran. "Sejak tahun 2007, banjir mulai mulai menggenangi rumah kami setiap tahunnya. Padahal sebelumnya kami tidak pernah kebanjiran," kata Ajay, Minggu (19/2).
Dikatakannya, ketika air sungai Cibeet meluap tinggi. Maka secara cepat air akan segera masuk ke dalam rumah warga "Baru dua hari surut, kemudian hujan dan air sungai kembali meluap. Maka kami yang paling pertama banjir," kata dia.
Ajay menduga banjir terjadi akibat penurunan tanah, akibat eksploitasi gas bumi yang dilakukan oleh PT Pertamina di wilayah tersebut. Sehingga daerah tersebut menjadi lebih rendah. Pemerintah daerah harus mengklaim  PT Pertamina memberikan pertanggungjawaban kepada masyarakat korban banjir untuk membuat musyawarah pada masyarakat  yang resah terhadap PT Pertamina.
Pemerintah daerah tidak  harus diam dan turun tangan memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan seperti, makanan, minuman, pakaian dan tenda untuk diungsikan, supaya tidak terjadi banjir sewaktu-waktu nanti hingga kondisi telah ditentukan. "Kami menduga ada penurunan tanah, padahal sebelum ada aktivitas Pertamina. Kami tidak pernah mengalami banjir," ujarnya.
Dia dan sejumlah warga lainnya terus menanti janji pemerintah Kabupaten Karawang yang akan memberikan solusi mengenai penanganan banjir di wilayah Karangligar selama ini. "Pemerintah pernah berjanji akan membuatkan danau buatan. Pemerintah juga pernah berjanji akan mengundang ahli untuk menyelidiki penurunan tanah di Karangligar. Tapi janji yang sempat diungkapkan bertahun-tahun lalu itu tidak ada," katanya.
Sedangkan Karma(54) petani asal Kampung Pangasinan Desa Karangligar, sudah sekitar 3 tahun ini tidak dapat menggarap sawah, akibat lahan sawah yang digunakan untuk bercocok tanam terendam banjir yang tidak pernah surut. "Ada lahan sawah garap saya, sekitar 2000 meter, airnya tidak pernah surut. Meski banjir tidak lagi terjadi. Sudah seperti tambak. padahal itu sawah," katanya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Supriatna menyatakan hujan yang melanda Karawang belum menyampaikan puncak. Dia mengaku dari data BMKG hujan diprediksi mencapai puncak di akhir Februari. "Hujan saat ini masih belum puncaknya. Itu yang dilaporkan BMKG. Tentu kita masih waspada, karena prediksi mereka puncak hujan akan terjadi dua Minggu ke depan," ujarnya.
Supriatna menyebutkan banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Karawang diakibatkan karena faktor hujan kiriman yang diperparah dengan rusaknya wilayah sungai. "Seperti Karangligar itu kiriman dari Bogor, melalui Sungai Cibeet. Kemudian memang terjadi perubahan bentuk sungai cibeet yang rusak," pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template