Komunitas Hidata Kekurangan Modal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Komunitas Hidata Kekurangan Modal

Komunitas Hidata Kekurangan Modal

Written By Mang Raka on Senin, 27 Februari 2017 | 12.00.00

- Kembangkan Bisnis Pertanian

PURWAKARTA,RAKA - Di era moderen saat ini, daya minat pemuda untuk menekuni usaha sektor pertanian terbilang minim. Padahal bidang usaha tersebut sangatlah menjanjikan. Hal itu dibuktikan oleh komunitas Himpunan Petani Muda Purwakarta (Hidata) yang kini suskses berwirausaha di bidang pertanian.
Berdiri sejak 11 Sepetember 2016 lalu itu, komunitas Hidata yang bersekretariat, di Desa Taringgul Tengah, Kecamatan Wanayasa, terus merambah usaha tani dengan berbagai komoditas. Kini, jumlah anggota komunitas itu telah mencapai 50 orang. Di dalamnya, mereka tidak hanya dibekali tentang cara menanam dan merawat tanaman saja, tetapi pentingnya sektor pemasaran harus dikuasai tiap masing-masing anggota. "Di Komunitas Hidata, kita mengajak anak muda untuk bersama - sama belajar tentang cara bertani dan pemasaran yang baik," ujar Uus Ruhendi (22), wakil ketua Hidata kepada Radar Karawang, Minggu (26/2).
Uus mengatakan, saat ini komoditas yang ditanam para anggota adalah tanaman hortikuktura seperti  cabai, tomat, mentimun, bunga kol, kacang panjang, daun bawang, serta seledri. Sementara, kata dia, jenis tanaman pangan yang baru ditanam yaitu jagung dan kedelai. "Total garapan Hidata mencapai 7 hektare dan digarap oleh masing-masing anggota. Untuk pembimbing dari Hidata dan juga dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Wanayasa,''bebernya.
Untuk mengurangi biaya produksi serta agar ramah lingkungan, Uus mengatakan, pemberian pupuk ditekankan menggukanakan pupuk organik. "Kami lebih memilih untuk memperbanyak pupuk organik padat dan cair serta pestisida nabati dengan cara membuat sendiri, terkecuali ketika hama dan penyakit sudah di batas ambang, kami menggunakan pestisida kimia," terangnya.
Meski begitu, Uus mengungkapkan, modal usaha masih menjadi kendala terbesar dalam menjalankan usaha sektor pertanian itu. "Karena untuk saat ini kita masih memakai modal sendiri dan bagi anggota yang tidak mempunyai modal, kita lakukan kerja sama dengan beberapa investor, untuk hasilnya kita masih mengandalkan tengkulak atau bandar karena kita belum mempunyai akses yang leluasa untuk memasarkan produk kita ke konsumen secara langsung," ujarnya.
Dirinya berharap, kedepan banyak pemuda berani berwirausaha, khususnya bidang pertanian serta dapat memanfaatkan sumber daya alam yang begitu besar di desa nya masing masing. "Kami mengajak para pemuda agar mau belajar dan mau berwirausaha dibidang pertanian,'' pungkasnya. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template