Kades Paksa Ketua RT Tagih Iuran Pengusaha - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Paksa Ketua RT Tagih Iuran Pengusaha

Kades Paksa Ketua RT Tagih Iuran Pengusaha

Written By Mang Raka on Kamis, 23 Februari 2017 | 12.00.00

KLARI, RAKA – Pendapatan Iuran Rumah Tangga Desa (IRTD) yang wajib dibayar para pemilik ruko dan pelaku usaha di wilayah Desa Duren, Kecamatan Purwasari, mengalami penurunan. Padahal daerah ini termasuk padat tempat usaha. Sementara puluhan RT di desa tersebut sampai kemarin belum menyerahkan laporan hasil pembayaran IRTD.

Hal itu terungkap saat rapat minggon, Rabu (22/2) di Aula Desa Duren. Kades Duren H. Abdul Halim mendesak 30 RT yang ada diwilayahnya untuk meningkatkan kinerjanya. "Sebanyak 30 Rukun Tetangga belum menyerahkan laporan pembayaran IRTD tahun ini. Padahal laporan itu diwajibkan terhadap para pelaku usaha di wilayahnya," tandas Abdul Halim.
Halim mengatakan, kewajiban yang meski dipenuhi masyarakat dalam membayar Iuran Rumah Tangga Desa (IRTD) setiap tahunnya tersebut, karena adanya payung hukum yang mewajibkan iuran tersebut dilakukan. Hal tersebut bertujuan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan desa selama ini. “Untuk hasil laporan IRTD di desa ini, masih belum juga dilakukan. Sehingga sebanyak 30 RT yang ada diwilayah ini belum memberikan laporan hasilnya, jadi mau tidak mau ini meski wajib dilakukan,” katanya.
Ia melanjutkan, dengan berlandaskan payung hukum sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 pasal 72 Ayat 1 hurup a, tentang pengeluaran, pembangunan dan rutin tahun 2016-2017, perlu adanya partisipasi masyarakat dan partisipasi pihak ketiga yang bersipat tidak mengikat. Maka dari itu, kewajiban pembayaran IRTD meski segera tuntas untuk ditahun ini. “Padahal, disini banyak pedagang yang umroh pas saya Check. Tapi untuk bayar IRTD saja susah sekali,” cetusnya.
Halim menegaskan, untuk persoalan IRTD wajib ditekankan terhadap para aparatnya yang ada disetiap wilayahnya, agar segera melakukan penagihan keseluruh pelaku usaha yang ada diwilayahnya masing-masing. Karena dengan adanya kinerja yang maksimal, aparatnya mampu meningkatkan pemasukan desa yang dipergunakan dalam segi pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya ditahun ini. “Jadi saya menekankan keseluruh RT yang ada di desa ini untuk lebih serius menjalankan pemungutan IRTD nya, dengan menyebarkan surat edaran nantinya,” tegasnya.
Dilokasi yang sama, Wati Ketua RT 75 Perumahan Kandiwa II, Desa Duren, mengatakan, memang kewajiban pembayaran IRTD meski terus digencarkan para aparat RT agar hasil laporan ditahun ini dapat lebih meningkat. Karena selama ini pelaporan hasil IRTD sering terlambat. “Untuk IRTD kami memang belum melaporkan, karena belum mengedarkan lagi suratnya. Tapi secepatnya, ini akan segera dibereskan,” katanya.
Bahkan, ia menyampaikan, payung hukum dalam kewajiban membayar IRTD memang sudah adanya Perdes yang mengatur. Hal tersebut menjadikan sebuah kewajiban para pelaku usaha membayarnya. “Setiap pemilik usaha beda-beda harganya, itu disesuaikan dengan kebijakan desa nantinya. Jadi pembayarannya pun beda- beda dari yang terkecil Rp. 300 Ribu hingga Rp 2.500.000, ini dilihat dari besar kecilnya usaha yang dimiliki masyarakat di wilayah ini,” pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Kalau untuk yang tidak mempunyai usaha apakah wajib membayar IRTD juga??

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template