Jalan Rusak Dipuseurjaya Tidak Ditanami Pohon Pisang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Rusak Dipuseurjaya Tidak Ditanami Pohon Pisang

Jalan Rusak Dipuseurjaya Tidak Ditanami Pohon Pisang

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Februari 2017 | 15.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Hampir sepekan hujan mengguyur wilayah Kecamatan Telukjambe Timur dan imbasnya pun sudah mulai bermunculan terutama disektor infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan seperti di wilayah Kampung Cipandan, Desa Puseurjaya dan di Kampung Babakan, Desa Sirnabaya mengalami kerusakan parah hingga menuai keluhan.

Padahal jalan utama yang menjadi lintasan warga sudah rusak sekitar 5 tahun yang lalu. Warga sementara secara swadaya memperbaiki jalan yang rusak agar tidak menimbulkan korban kecelakaan. Akses itu dianggap penting bagi masyarakat, terlebih para pekerja yang sering lalulalang, baik pagi dan malam hari. Tidak jarang ketika hujan datang, air yang menggenangi jalan memasuki rumah-rumah warga bahkan meredam areal persawahan di daerah itu.
Warga Kalipandan sudah berapa kali mengajukan protes dengan berkali-kali menanam pohon pisang di kubangan jalan yang berlubang, seperti kolam empang. Tetapi sayang pemerintah hingga kini belum juga menaruh perhatian. Jalan itu dibiarkan tetap rusak dan menuai keluhan pengguna jalan. Seperti dikeluhkan Suharman (28), sopir mobil boks yang pulang pergi menggunakan jalur tersebut. Dirinya membenarkan jalan rusak itu sudah lama dalam keadaan rusak tapi tak kunjung diperbaiki. Bahkan dirinya menceritakan dalam satu bulan ke belakang pernah warga lakukan aksi tanam pohon pisang ditengah jalan yang berlubang.
"Saat itu hujan besar dan beberapa mobil tengah antri saya pikir ada kecelakaan ternyata warga dengan sedang menanam pohon pisang di jalan rusak. Tapi syukurnya kami tetap diperbolehkan melintas dan saya melihat warga coba saling berteriak bahwa jalan yang rusak cocok untuk kolam ikan saja. Kejadiannya sudah satu bulan yang lalu saat musim hujan kemarin," katanya.
Suyatman (43) pemilik bengkel las di pinggir jalan Kampung Cipandan, mengatakan jika warga pernah melakukan swadaya dengan coba menasang brangkal bekas bangunan di simpan dalam lubang jalan yang rusak. Dan hal itu membuat jalan agak jauh lebih aman. Tapi karena deras hujan maka material berangkal itu pun sama tergerus oleh air hujan. "Jalan yang rusak itu malah membuat genangan air, malah masuk rumah saya tepat setumit orang dewasa. Harapan saya bisa diperbaikilah agar jauh lebih aman jangan kayak sekarang rusak, itu sudah 5 tahun jalan rusak masa pemerintah tidak peka," katanya.
Hal senada pun diutarakan Koswara (30) pemilik warung nasi disana, dia menuturkan kalau jalan rusak dampaknya juga buat warung nasinya karena jadi kumal oleh cipratan air kotor yang berlubang dan terhempas oleh kendaraan. "Kalau begini terus usaha saya bakal sepi setiap kali hujan. Untungnya beberapa hari terakhir cukup mendung saja. Kalau hujan orang yang mau minggir saja mikir-mikir dulu karena kendaraannya yang parkir di warung saya takut kotor," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Kang raka,,ameung atuh ka cikelor rt16/05 amansari rengasdengklok..tolong dipublikasikan mint tolong jalan di dusun saya parah pisan Teu aya anu mantau pisan..rusak parah

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template