Jaksa Masuk Sekolah Bukan Mencari Koruptor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jaksa Masuk Sekolah Bukan Mencari Koruptor

Jaksa Masuk Sekolah Bukan Mencari Koruptor

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Februari 2017 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Karawang Sabrul Iman bersama lima anggotanya, Kamis (23/2) mendatangi SMK Negeri 1 Karawang. Kedatangan mereka ke sekolah tersebut bukan untuk menjemput guru atau kepala sekolah yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, melainkan melakukan penyuluhan hukum bahaya korupsi di sekolah tersebut. Buktinya, mereka langsung masuk ke dalam satu ruangan yang sebelumnya sudah diisi sebanyak 250 siswa.

Iman mengatakan, kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu program jaksa masuk sekolah (JMS) dan sudah berlangsung sejak tahun 2015 lalu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan siswa sekolah yang merupakan generasi emas tentang bahaya korupsi. "Sejak dini kita mengenalkan tentang bahaya korupsi agar siswa bisa bersikap jujur hingga dewasa nanti. Sebagai generasi emas siswa merupakan masa depan harapan bangsa," terangnya.
Pemahaman bahaya korupsi sejak dini, lanjut Iman,  diharapkan dapat menekan atau bahkan menghapus masalah  korupsi di kemudian hari.  Siswa yang sekarang sedang belajar, nantinya bekerja di berbagai pekerjaan termasuk di lembaga pemerintahan. Siswa yang sudah mengikuti kegiatan ini nantinya akan  berani bersikap jujur saat dewasa nanti. "Kita ajarkan mereka untuk berani bersikap jujur. Karena perbuatan korupsi itu dimulai dari ketidak jujuran seseorang," ungkapnya.
Dijelaskannya, JMS tidak hanya melakukan penyuluhan hukum.Sebab,  kedepannya akan dilanjutkan dengan membuka kantin kejujuran disetiap sekolah. Kantin kejujuran akan menjadi indikator keberhasilan membetuk siswa yang berani jujur. "Rencananya semua sekolah yang ada di Karawang akan membuka kantin kejujuran. Sekarang ini kita masih dalam tahapan melakukan persiapan dengan sekolah-sekolah yang ada di Karawang," jelasnya.
Menurut Iman,  kantin kejujuran berbeda dengan kantin biasa yang mempunyai pelayan. Dalam kantin kejujuran ini tidak dijaga oleh sesorang untuk melayani. Siswa yang akan melakukan transaksi membayar sendiri dengan cara menaruh uang didalam kotak yang sudah disediakan dan mengambil barang yang dibeli. Jika uang tersebut harus ada uang kembalian siswa mengambil sendiri kembalian uang yang ada didalam kotak. "Kantin itu tidak akan dijaga oleh pelayan siswa transaksi sendiri. Kantin juga tidak akan diawasi oleh pihak sekolah seperti menggunakan cctv misalnya," tuturnya
Berdasarkan kantin kejujuran itu, kata Iman,  akan terlihat apakah siswa bisa berlaku jujur atau tidak akan terlihat. Seluruh transaksi nanti akan dihitung untuk mengetahui keuntungan kantin. Jika terjadi kerugian misalnya barang yang didagangkan habis tetapi tidak ada uangnya artinya masih ada siswa yang tidak jujur. "Untuk efektifitas kantin kejujuran di sekolah nantinya akan kita lombakan agar menjadi semangat buat sekolah," pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template