Investasi Bodong Terungkap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Investasi Bodong Terungkap

Investasi Bodong Terungkap

Written By Mang Raka on Rabu, 08 Februari 2017 | 12.00.00

- 70 Nasabah Pandawa Group Resah

PURWAKARTA, RAKA - Sedikitnya 70 anggota Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa) Pandawa Group resah. Nasabah yang didominasi warga Perum Bukit Panorama Indah, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta itu khawatir menjadi korban penipuan. Pasalnya telah beredar kabar, bahwa koperasi yang mereka ikuti itu, saat ini disebut-sebut terlibat kasus dugaan penggelapan dan penipuan investasi bodong.
Sebelumnya diketahui, Tim Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi), menghentikan seluruh kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan Pandawa Group karena berpotensi merugikan masyarakat dan diduga melanggar UU tentang Perbankan.
Bahkan, baru-baru ini, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan, karena telah menerima laporan dari sejumlah korban terkait dugaan penipuan investasi fiktif tersebut. Kepolisian menemukan banyak kejanggalan dalam aktivitas perusahaan Kosipa itu. "Saya sudah mendengar kabar persoalan yang menimpa nasabah Pandawa Group ini. Dan memang di Purwakarta juga banyak warga yang ikut menjadi nasabah. Di RT saya saja, jumlahnya kurang lebih sekitar 70 orang," kata Ketua RT03 RW13, Perum Bukit Panorama Indah, Kelurahan Ciseureuh, Yani Swakotama, kemarin.
Yani menyebut, warga Perum Bukit Panorama Indah sudah lama menjadi nasabah Pandawa Group. "Dari sedikitnya 70 warga ini, nilai uang yang diinvestasikan di perusahaan itu sekitar Rp 15 miliar. Alasan warga tertarik ikut menjadi nasabah, karena tawaran bunga investasi yang tinggi," ungkapnya.
Selain itu, diakuinya, jika adanya kabar kasus penipuan investasi bodong yang melibatkan Pandawa Group ini sangat meresahkan dan membuat warga khawatir. Meskipun sejauh ini dampaknya belum dirasakan oleh nasabah Pandawa Group yang ada di Purwakarta. Warga belum merasakan ada kejanggalan dan memilih menunggu adanya kabar dari perusahaan Pandawa Group. "Tapi sejauh ini untuk di Purwakarta belum sempat ramai melaporkan ke polisi. Katanya warga yang jadi nasabah di RT kami sedang mengurusnya dengan mendatangi kantor pusat Pandawa Group yang berada di Kota Depok. Mudah-mudahan saja tidak terjadi sesuatu, kasian," tutur Yani, seraya menyebut jika dirinya beruntung tidak ikut menjadi nasabah.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Agta Bhuwana, mengaku sudah mengetahui soal dugaan kasus penggelapan dan penipuan investasi bodong koperasi simpan pinjam Pandawa Group. Namun untuk di wilayah hukum Polres Purwakarta pihaknya hingga kini belum menerima laporan adanya korban. Pihaknya juga mengaku jika di Purwakarta banyak warga yang menjadi nasabah."Kita belum menerima laporan. Tapi memang di Purwakarta juga ada nasabah untuk perusahaan ini. Kita sekarang masih nunggu adanya laporan. Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan kami terbuka melayani laporan," kata dia.
Adapun untuk mencegah ada keresahan masyarakat terkait persoalan ini, sebagai Kasat Reskirim, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab. Kewenangan itu adalah kewenangan pimpinannya dan otoritas pemerintah  setempat.
Sementara, Pandawa Group berkantor di Jalan Raya Meruyung No. 8A, RT002 RW 024, Meruyung, Limo, Kota Depok, Jawa Barat, dan diketahui telah melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dengan tawaran bunga investasi yang tinggi. Nasabah perusahaan ini juga tersebar di bebeberapa kota/kabupaten, termasuk Purwakarta. (gan)


Cara menghindari investasi bodong
1. Kumpulkan informasi yang banyak
Kumpulkan Informasi sebanyak-banyaknya sebagai cara menghindari investasi bodong Ketika menerima tawaran suatu investasi, jangan terburu-buru untuk menerimanya. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk mengumpulkan informasi, baik terkait perusahaan maupun produk investasinya.
2. Waspada terhadap rayuan bonus yang terlalu menarik
Manusia cenderung lemah jika diberikan kesempatan untuk mendapat sesuatu yang besar dalam jangka waktu pendek dengan usaha yang minim. Hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh para penipu investasi. Coba lakukan kalkulasi sendiri untuk tingkat imbal jasa yang ditawarkan apakah terdengar masuk akal.
3. Periksa apakah perusahaan memiliki izin resmi
Izin yang dimaksud bukan sekedar Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) saja, melainkan izin resmi dari lembaga yang mengatur dan mengawasi pasar modal dan lembaga keuangan di Indonesia seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
4. Baca perjanjian dengan detil
Sebelum membeli produk investasi, pastikan kamu meminta dan membaca dengan detil setiap pasal perjanjian produk investasi tersebut. Jangan menyerahkan dana jika tidak ada perjanjian tertulis. Segera tanyakan apabila kamu merasa ada yang janggal. Jangan mau jika kamu diburu-buru untuk menandatangani perjanjian tersebut. Kalau diperlukan, sebaiknya lakukan perikatan perjanjian ini di hadapan notaris agar keabsahannya terjamin.
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template