Inspektorat Ingatkan Awasi Perizinan Kandang Ayam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Inspektorat Ingatkan Awasi Perizinan Kandang Ayam

Inspektorat Ingatkan Awasi Perizinan Kandang Ayam

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Februari 2017 | 13.30.00

TEMPURAN, RAKA - Maraknya alih fungsi lahan di pedesaan dari pesawahan menjadi lahan bisnis kandang ayam menyedot perhatian Inspektorat. Urusan perizinan, kompensasi dan peraturan desa yang menyertainya menjadi pertanyaan disela-sela pemeriksaan reguler di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran Selasa (14/2) lalu.

Ketua Irban II Inspektorat Karawag, Mukhlis Villy mengatakan, alih fungsi lahan di wilayah Tempuran dari sawah menjadi kandang-kandang ayam menjadi perhatian khusus pihaknya dalam memeriksa administrasi pemerintah desa. Utamanya, bagaimana perizinan itu bisa lolos, adakah berita acara kesepakatan antar masyarakat desanya dan adakah Perdes larangan alih fungsi sawah menjadi kandang ayam selama ini.
Pertanyaan ini penting mengingat efek yang ditimbulkan dengan masyarakat cukup besar, baik persoalan lingkungan, pertanian dan lainnya. Jikapun sudah berizin misalnya sebut Mukhlis, dalam bentuk apa pemerintah desa mendapati kompensasi dari pengusaha kandang ayam yang berproduksi sekitar 10 ribu ekor dalam satu kali panen tersebut, apakah masuk menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) atau terbuang cuma-cuma. Semua alur ini harus dibukukan, karena menyangkut tata kelola administrasi desa. "Perizinan, kompensasi dan keberadaan regulasinya ini harus diperjelas, kita baru bisa simpulkan sejauh mana tata kelola administrasi desa selama ini," ungkapnya.
Kandang ayam atau jenis usaha investasi besar, seyogyanya bisa menjadi potensi desa menggali pendapatan desanya agar masuk APBDes, sehingga distribusi keuangannya jelas tertata rapi. Jangan sampai sambungya, ada usaha besar, perizinan dan penggalian potensi untuk kontribusi ke desa ini tidak dimanfaatkan maksimal. Karenanya, musyawarah antar Kades bersama BPD dan perangkatnya harus sering dilakukan untuk menyikapi potensi yang ada di desa, baik turun temurun, maupun investasi dadakan. Selama ada aturan sebutnya, tidak akan menjadi permasalahan dikemudian hari. Karenanya, Perdes itu dibentuk sedemikian rupa hasil musyawarah, yang acuannya tidak boleh melenceng dari UU, PP, Perda maupun Perbup yang sudah ada. "Banyak-banyak musyawarah dalam membuat Perda, segala aturan dibuat itu untuk mengikat dan menguntungkan bagi pemerintahan desa dan masyarakatnya," pungkasnya.
Anggota BPD Pancakarya mengatakan, perizinan soal kandang ayam sudah sejak tahun 2010, artinya dimasa bukan pemerintahan desa saat ini. Komisi B DPRD Karawang sebutnya, juga sudah mengunjungi lokasi kandang ayam di Desa Pancakarya, khususnya yang beroperasi, karena dalam sekali panen menghasilkan 10 ribu ekor ayam. Bentuk kompensasipun, diakuinya belum ada Perdesnya, melainkan langsung dengan masyarakat sekitar kandang ayam." Soal izin sudah sejak 2010 lalu, bukan sejak masa pemerintah desa yang sekarang," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template