Induk Perusahaan Keramik Plered - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Induk Perusahaan Keramik Plered

Induk Perusahaan Keramik Plered

Written By Mang Raka on Rabu, 08 Februari 2017 | 15.00.00

Diresmikan Bung Hatta, Eksis Hingga Kini

PLERED,RAKA - Di bangun pada tahun 1950 lalu, Bangunan tua menyerupai pabrik yang berlokasi di pinggir Jalan Raya Plered, Kabupaten Purwakarta, merupakan bangunan bersejarah bagi industri keramik Plered.
Dari Informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, bangunan itu dulunya didirikan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama, Mochammad Hatta pada tahun 1950 lalu sebagai sanggar belajar bagi perajin keramik pemula. Tampak depan bangunan bagian atas membentuk dinding tinggi bertuliskan "Induk Perusahaan Keramik Plered". Sehari-hari, bangunan itu digunakan sebagai tempat produksi gerabah.
Di ruangan depan, berbagai jenis gerabah dipajang sang pemilik, Agus (45). Di belakang ruang depan, ruangan lebih luas menyerupai aula, tempat para pekerja perajin gerabah memproduksi gerabah. Bangunan ini disewa Agus dan orang tuanya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jabar. Sementara, di bagian belakangan bangunan, dua cerobong asap menjulang setinggi kurang lebih 5 meter. Di bawahnya, ada enam tungku perapian tempat pembakaran gerabah dibangun oleh orang asing. "Orangtua saya bilang, bangunan ini dulu di buka oleh Bung Hatta," ujar Jajang (55), perajin gerabah di tempat itu saat ditemui kemarin.
Dadang Zarkasi (65) pemilik toko gerabah di Desa Anjun, Kecamatan Plered, tidak jauh dari bangunan tua mengisahkan, bahwa bangunan tua itu diresmikan Mochammad Hatta pada 1950. "Iya, dulu yang membuka dan meresmikan ini Bung Hatta, seingat saya sekitar tahun 1950-an. Bahkan dulu ini jadi pabrik keramik satu-satunya di Indonesia," ujarnya.
Ia mengenang, bangunan itu diprakarsai oleh tokoh masyarakat setempat yang menginginkan tata kelola manajemen produksi gerabah lebih modern. Itu kenapa, bangunan itu dinamakan Induk Perusahaan Keramik Plered. "Dulu sekali bangunan ini berfungsi sebagai sarana peningkatan dan pengembangan usaha keramik. Bahkan, dulu Jakarta mengirim mesin buatan Jerman penghalus tanah liat," katanya.
Setelah itu, produksi gerabah meningkat. Bahkan, gerabah Plered ini mensuplai ornamen kegiatan intenasional di Jakarta. Salah satunya, kata dia, membuat gentong dan jolang besar berukuran tinggi 170 cm dan diameter 150 cm untuk dikirim ke Jakarta, pada momen Game of The New Emerging Force (Ganefo) yang digagas Presiden RI pertama, Ir Soekarno pada 1963. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template