Honor Linmas Rp 300 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Honor Linmas Rp 300 Ribu

Honor Linmas Rp 300 Ribu

Written By Mang Raka on Jumat, 03 Februari 2017 | 19.09.00

-Dana Kematian Jadi Rp 2,5 Juta

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Keberadaan Perlindungan Masyarakat (Linmas) seolah dipandang sebelah mata. Mulai dari honor hingga regulasi tidak pernah dibahas serius.
Alhasil, gaji yang diterima Linmas pun sangat tidak layak. Hanya Rp 300 ribu per bulan. Itupun tidak dari satu sumber penghasilan, tapi dari beberapa mata anggaran, yaitu Satpol PP Rp 125 ribu, alokasi dana desa (ADD) Rp 50 ribu dan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 125 ribu.
Meski terkesan masih dihonor minim, tidak banyak yang tahu bahwa anggota Linmas inti yang meninggal dunia, ahli warisnya mendapatkan dana kematian Rp 2,5 juta.
Kasie Trantib Lemahabang Asep Vivar mengatakan, pihaknya selalu dimintai pendataan ulang oleh Satpol PP Kabupaten Karawang menjelang pencairan insentif. Pendataan ini, tidak sebatas pemetaan saja. Karena salah satu syarat agar insentif bisa cair adalah surat keputusan kepala desa. "Anggota Linmas inti setiap desa dibatasi sampai 10 orang saja," ungkapnya kepada Radar Karawang, Kamis (2/2).
Dia melanjutkan, pemetaan tersebut juga bermanfaat saat anggota Linmas meninggal. Karena nantinya dari data itulah si ahli waris bisa mendapatkan dana kematian Rp 2 juta. Syaratnya, ajuan dari desa ke Trantib kecamatan, kemudian diteruskan ke Satpol PP dan Kesra kabupaten. "Uang tersebut ditransfer ke rekening ahli warisnya langsung," tuturnya.
Menurut Asep, usia anggota Linmas sudah banyak yang uzur. Bahkan, di Lemahabang ada dua orang Linmas sudah berusia 90 tahun. Sebab, menjadi anggota Linmas tidak ada batasan usia maupun riwayat pendidikannya. Dirinya berharap, kesejahteraan dan regulasi soal Linmas bisa lebih baik lagi di masa-masa mendatang. "Karena Linmas sekarang ini sudah sepuh-sepuh," pungkasnya.
Kabid Linmas Satpol PP Karawang Dede Tasria mengatakan, tahun 2016 ada tunjangan kematian bagi Linmas perorang sebesar Rp 2,5 juta. Tunjangan tersebut biasanya bisa dicairkan di akhir tahun anggaran. Karena alokasi anggarannya bersumber dari dana hibah yang tidak terencana. "Tahun kemarin ada 28 Linmas yang meninggal dunia. Dan semuanya mendapat tunjangan kematian. Nilainya masing-masing Rp 2,5 juta," ujarnya.
Tahun ini, dia berharap tunjangan kematian Linmas tetap ada, bahkan seharusnya diperbesar. Pasalnya hal itu juga yang disampaikan oleh para kasie trantib di Kabupaten Karawang, saat rapat dengan Satpol PP Kabupaten Karawang. "Mudah-mudahan bisa yah. Karena itu biasanya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk teknis pencairannya, pihak pemohon melengkapi berkas dan disampaikan ke Satpol PP Karawang melalui kasie trantib kecamatan. Kemudian dilakukan verifikasi, setelah sesuai baru diajukan ke bagian kesra. "Nanti pihak DPKAD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) yang akan mencairkan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, itu akan langsung masuk rekening ahli waris," ujarnya.
Sementara Kasie Trantib Kecamatan Cikampek Asep Amrullah menyampaikan, tunjangan untuk Linmas selalu ada tiap tahun. Tetapi untuk tahun 2016 ada penurunan. Pasalnya di tahun 2015 tunjangannya sebesar Rp 3 juta. "Tahun 2016, Cikampek ada satu orang. Bantuannya sebesar Rp 2,5 juta. Kami harap tahun ini tunjangan itu tetap, ada minimalnya sama seperti tahun 2016. Syukur-syukur naik lagi jadi Rp 3 juta," ujarnya.
Kenaikan tunjangan, kata Asep sangat penting, karena Linmas berperan di setiap desa, terutama saat ada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. "Keamanan masyarakat juga seolah menjadi tanggung jawab Linmas. Makanya memang harus diperhatikan," pungkasnya. (rud/zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template