Harga Gabah Dibawah HPP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Gabah Dibawah HPP

Harga Gabah Dibawah HPP

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Februari 2017 | 13.00.00

*Bulog Dianjurkan Punya Mesin Oven Gabah

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kendati sadar dengan kondisi gabah basah saat ini akan membuat harga gabah merosot, tetapi petani Golongan air 1 dan 2 di Kecamatan Lemahabang
nekat memanen sawahnya. Alhasil meski hasil panen mencapai rata-rata 6 ton per hektar namun tengkulak tetap menawar dengan harga Rp 3000 - 3400 per kilogram.

Petani di Desa Karangtanjung, Endang mengatakan, gabah sudah nampak kurang baik pertumbuhannya karena terpaksa mengikuti tanam serempak sejak oktober lalu. Selain hama wereng yang sulit terkendali berkali-kali diracuni penyemprotan pestisida, hujan deras yang mengguyur di bulan Februari ini menggagalkan produksi gabah yang berkualitas baik.
Aksi panen lebih awal itu sendiri dilakukan petani karena berbagai pertimbangan. Selain tanaman sudah keburu rusak diserang hama wereng, masuk masa panen diperparah guyuran hujan dan terendam. Akibatnya sambung Endang, hasil yang tidak seberapa, hanya dihargai Rp 3,0 - 3,4 ribu per kilogramnya, bahkan dibawah HPP standar pemerintah diangka Rp 3700 per kilogramnya. "Varietas apapun sulit bertahan dari serangan hama wereng, disisi lain ini juga akibat tanam serentak yang digiring sejak Oktober, ya begini jadinya," ungkapnya.
Endang menambahkan, kondisi sawah yang basah dan banjir, menyulitkan alat rontog masuk dan penadahnya, ini menimpa ke semua jenis varietas padi, dimana rendemen yang basah seperti saat ini sulit jika inginkan harga gabah stabil. Disisi lain, Bulog tidak mungkin menyerap gabah-gabah petani yang sudah terlanjur basah. Sebab, dijual ke tengkulak murah saja, rata-rata petani harus menerima bayaran dengan sistem hutang.
Belum lagi saat gabah basah paska panen, jarang sekali openan atau mesin heler tersedia di pabik-pabrik penggilingan padi, karena yang ia tahu, mesin heler pemanas gabah hanya ada 3 di Lemahabang, sehingga saat gabah basah, petani hanya bisa pasrah gabahnya tidak laku dijual, atau bahkan laku sekalipun harganya sangat rendah. "Bulog mana mungkin mau serap gabah basah, disisi lain mesin heler pemanas gabah juga jarang tersedia," pungkasnya.
Senada dikatakan Kades Karangtanjung, Ade Kosasih, menurutnya di desanya sebagian sudah memasuki masa panen, namun kebanyakan harganya murah akibat basah dan serangan hama wereng sebelumnya, selain itu juga rata-rata pembayaran gabah pada petani ini dihutang. "Produksinya sedikit, harganya juga murah," ungkapnya. (rud)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. kepada para berkopenten tolong bantu solusi petani yang belum mersakan merdeka terutama di musim panen gabah

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template