Hajat Bumi, Kepala Kerbau Diarak Keliling Kampung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hajat Bumi, Kepala Kerbau Diarak Keliling Kampung

Hajat Bumi, Kepala Kerbau Diarak Keliling Kampung

Written By Mang Raka on Jumat, 10 Februari 2017 | 13.00.00

TIRTAJAYA, RAKA - Arak-arakan kepala kerbau menjadi suguhan pesta hajat bumi Desa Kutamakmur, Kecamatan Jayakerta. Bagi masyarakat setempat, hal tersebut merupakan bentuk rasa syukurnya kepada tuhan yang telah melimpahkan sebagian rizkinya melalui alam, sekaligus upaya untuk mempertahankan dan melestarikan kebudayaan leluhur. Perayaan hajat bumi ini rutin dilakukan setahun sekali menjelang musim tanam gadu.
Kepala Desa Kutamakmur H Laing mengatakan, hajat bumi ini merupakan budaya dari leluhur yang harus tetap dijaga dan dipertahankan. Melestarikannya dengan tetap menggelar hajat bumi bersama masyarakat sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada tuhan. "Kita akan terus melestarikan hajat bumi ini, karena kegiatan ini merupakan budaya yang harus kita jaga bersama, dan memang hajat bumi ini usulan dari masyarakat yang meminta untuk tetapa dipertahankan," katanya, kepada Radar Karawang, Kamis (9/2) kemarin siang.
Atas dasar permintaan masyarakat, lanjutnya, hajat bumi ini tidak semata-mata dikaitkan dengan unsur SARA. Mengingat bangsa ini sedang diguncang dengan isu yang kurang baik tentang SARA, namun kebudayaan ini nakan tetap dilaksanakan seiring dengan permintaan masyarakat yang meyakini bahwa kebudayaan tidak ada kaitannya dengan SARA. "Ini pelestarian kebudayaan yang tidak ada kaitannya dengan SARA, karena ini murni dari masyarakat yang tetap ingin mempertahankannya, dan mudah-mudahan dengan tetap menggelar hajat bumi ini, panen masyarakat bisa melimpah dan berkah," ujarnya.
Kerbau yang mejadi simbol petani, ramai-ramai di arak oleh masyarakat setempat keliling desa untuk dipertontonkan, selanjutnya dikubur untuk dipersembahkan kepada alam. Selain itu, turut diramaikan juga dengan menghadirkn odong-odong atau biasa disebut sisingaan serta beberapa warga yang didandani ala petani dengan dilengkapi peralatan pertanian.
Mahasiswa Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi Ahmad Tahmadi, yang sedang melaksanakan tugas kelompok kerja nyata (KKN) menambahkan, gelaran hajat bumi ini tidak lain hanya untuk melestarikan kebudayaan, mengingat kebudayaan Indonesia yang berbagai macam bentuk dan jenis sukunya. "Ini sangat bagus untuk tetap dijaga sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada tuhan, tidak ada kaitannya dengan SARA, karena setelah kegiatan ini pun akan dilaksanakan pengajian, saya harap dengan kegiatan ini panen masyarakat Desa Kutamakmur melimpah dan menjadi berkah," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template