Gedung Stasiun Cisomang Mubazir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gedung Stasiun Cisomang Mubazir

Gedung Stasiun Cisomang Mubazir

Written By Mang Raka on Selasa, 07 Februari 2017 | 22.22.00

PURWAKARTA,RAKA - Sejak dua tahun terakhir, bangunan Stasiun Cisomang di Kampung Cisomang, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, yang usianya hampir satu abad itu akhirnya tidak difungsikan lagi. Kini, bangunan stasiun itu mubazir karena sudah tak dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.
Kini stasiun yang berada di tengah perkampungan yang dikelilingi areal sawah itu, sudah tidak disibukkan lagi aktifitas turun naik penumpang. Padahal, puluhan tahun stasiun itu merupakan salah satu tempat yang dijadikan pemberhentian kereta api lokal diantaranya Purwakarta-Cibatu yang melintasi Purwakarta, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Warga sekitar memanfaatkan stasiun itu untuk mengakses daerah-daerah yang dilalui kereta. "Sejak dua tahun terakhir, stasiun sudah tidak difungsikan, jadi sudah tidak ada lagi kereta yang berhenti di Stasiun Cisomang," ujar Sobandi (48), warga di sekitar stasiun saat ditemui di kediamannya, kemarin.
Informasi yang dihimpun Radar Karawang dari berbagai sumber, kini stasiun tersebut jadi sebatas halte, setelah jalur ganda Plered- Cikadongdong difungsikan pada pertengahan Desember 2014. Meski begitu, halte itupun terlantar. "Sudah tidak ada aktifitas, kosong semua. Paling jadi tempat bermain anak-anak atau tempat berteduh saja kalau hujan," kata Sobandi.
Dari pantauan di lapangan, stasiun yang berdiri di lahan memanjang sekitar 3x6 meter persegi. Di bangunan utama terdapat satu ruangan untuk loket tiket dengan tulisan papan kecil di atas pintu. Selain itu, ruangan kepala stasiun dan lobi ruangan tunggu. Di bangunan lain di sebelah bangunan utama, satu bangunan dengan jendela kaca untuk para petugas kereta api. Setelah tidak difungsikan, semua bangunan dibiarkan. Bahkan, lampu neon tak berhenti padam hingga kemarin sore.
Sedikitnya, kurang dari 10 kali kereta api melintasi stasiun dalam sehari dari arah Jakarta maupun Bandung. Namun, tidak ada lagi aktifitas menurunkan atau menaikkan penumpang. Riuhnya kawasan itu hanya saat kereta melintas, setelah itu hanya hening dan sepi. Sesekali anak-anak dan warga di kawasan stasiun bermain di ruangan lobi stasiun atau di dekat ruangan kepala stasiun. "Padahal dulu disini tidak terlalu sepi, sebelum stasiunnya tidak difungsikan," kata Enjang Komarudin (45), warga sekitar.
Menurutnya, banyak warga sekitar Darangdan yang merasa terbantu stasiun tersebut saat masih difungsikan. Apalagi, aktifitas warga banyak beraktifitas di Bandung hingga Purwakarta. "Kalau sekarang sudah tidak difungsikan mah warga sini jadi lebih berat karena harus gunakan angkutan umum mobil, bahkan motor," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template