DUA RS Masih Belum Kerjasama Dengan BPJS Kesehatan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DUA RS Masih Belum Kerjasama Dengan BPJS Kesehatan

DUA RS Masih Belum Kerjasama Dengan BPJS Kesehatan

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Februari 2017 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, H Endang Sodikin, mendesak agar semua rumah sakit yang ada di Karawang melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Hal ini penting dilakukan dalam rangka Menuju Universal Health Coverage di tahun 2019.

"Masih ada sekitar dua Rumah Sakit lagi yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kami mendesak agar semua rumah sakit yang ada di karawang untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," ujar Endang Sodikin, kepada Radar Karawang, Rabu (1/2).
Oleh karenanya, pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan selaku pembina rumah sakit - rumah sakit swasta untuk bisa menjalankan program pemerintah. Terlebih program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu program nasional yang harus dijalankan diseluruh daerah yang ada di Indonesia. "Sesuai Undang-undang no 24 tahun 2011, bahwa seluruh warga negara wajib bergabung atau masuk kepesertaan BPJS Kesehatan di tahun 2019 mendatang," ujarnya.
Dikatakan, dengan adanya regulasi tersebut, maka semua rumah sakit harus bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Karena jika ada rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, pasien mana yang akan masuk atau berobat di rumah sakit tersebut. "Data yang saya terima, ada dua rumah sakit lagi di Karawang yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Yaitu RS Central Media dan RS Lira," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, berdasarkan hasil rapat dengan BPJS, Dineks dan Dinsos beberapa waktu lalu, ada kabar gembira untuk peserta BPJS Kesehatan perorangan yang tergolong warga miskin atau rawan miskin. Pasalnya jika mereka mengalami tunggakan premi, untuk melakukan aktifasinya cukup dengan membayar premi satu bulan saja.
"Ini harus disampaikan ke masyarakat. Berdasarkan perpres no 19 tahun 2016, pasal 17 a.1 ayat 6, bahwa masyarakat yang didak mampu itu diperbolehkan melakukan aktifasi kembali (BPJS Kesehatannya) tanpa dibebani biaya tunggakan. Tetapi cukup dengan membayar premi satu bulan saja," ujarnya.
Kemudian kaitan dengan peserta jamkesda yang diintegrasikan kepada program BPJS Kesehatan yang jumlahnya mencapai 65.000. Pada bulan april 2016, kartunya sudah didistribusikan, sekitar 28.000 dan pada 1 juli 2016 juga sudah didistribusikan sekitar 36.125 kartu. "Sisanya sekitar 20 persen - 30 persen. Sebagaimana hasil rapat, kita minta pendistribusian kartunya menjadi tanggungan BPJS," ujarnya.Sementara Kasie Rujukan dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. Laode Ahmad, menyampaikan. Berdasarkan data yang dipegangnya, dari 20 rumah sakit swasta yang ada di Karawang, ada dua rumah sakit swasta yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. "Kami terus dorong agar semua rumah sakit melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Karenakan 2019 itu Universal Health Coverage," ujarnya.(zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template