Dinas PU Diminta Fokus terhadap Drainase - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dinas PU Diminta Fokus terhadap Drainase

Dinas PU Diminta Fokus terhadap Drainase

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Februari 2017 | 14.00.00

*Percuma Punya Anggaran Tinggi

KARAWANG, RAKA - Anggaran untuk infrastruktur difokuskan kepada dua Dinas, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Anggaran itu memang idealnya bisa membereskan persoalan infrastruktur di Kabupaten Karawang, termasuk urusan drainase dan jalan.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, H Acep Suyatna, menyampaikan itu, Kamis (23/2). Meski diakuinya belum mengetahui secara  detail berapa besar anggaran secara spesifik yang diperuntukan untuk memperbaiki atau membuat drainase, namun dia mengatakan perkiraannya memang Rp 700 miliar untuk Dinas PUPR dan .
PRKP Rp 130 miliar. "Belum secara spesifik kita mengetahui besaran anggarannya, karena PUPR dinas baru. Apalagi hasil evaluasi provinsi kita belum dapet," pungkas Suyatna.
Sementara dari akademisi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Solusi yang disuguhkan oleh akademisi adalah harus dibuatkan sodetan baru diperkotaan untuk menyerap volume air yang tidak tertampung. "Harus ada langkah konkrit yang dilakukan oleh Pemda Karawang, untuk mengatasi banjir," ujar tokoh masyarakat Karawang yang juga Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unsika, Nurkinan.
Menurutnya persoalan banjir di Karawang memang menjadi persoalan yang tidak kunjung usai. Oleh karenanya sebagai dosen dia juga sering memberikan tugas observasi ke lapangan kepada para mahasiswa. Observasi yang dilakukan juga terkait permasalahan banjir di karawang. Kemudian ada solusi yang dapat ditawarkan kepada pemda karawang, yaitu dilakukannya normalisasi sungai, perlebar saluran-saluran irigasi dan membuat sodetan-sodetan baru sebagai saluran pembuangan. "Yang rutin itu di Karangligar dan beberapa desa tetangganya. Penyebabnya karena tidak jauh dari pertemuan sungai cibeet dan citarum. Saat kedua sungai itu tidak bisa menampung air otomatis naik ke daratan," ujarnya.
Oleh karenanya, sungai cibeet harus dilakukan normalisasi. Seperti halnya normalisasi yang dilakukan terhadap sungai citarum. Atas adanya normalisasi atau pengerukan terhadap sungai citarum beberapa titik langganan banjir mulai tidak banjir. "Selama belum ada pengerukna sungai cibeet. Karanglingar pasti mengalami banjir terus," ucapnya.
Kemudian, khusus untuk diperkotaan, harus dilakukan pembersihan drainase. Terutama daerah-daerah yang sering banyak genangan air. Bahkan bukan hanya dibersihkan saja, drainasenya harus diperlebar agar bisa menampung volume air lebih banyak. "Terus buat juga sodetan-sodetan baru untuk saluran pembuangan. Karena saluran pembuangan di kota, hanya ke KW6 dan KW7. Itu sudah tidak cukup untuk menampung debit air yang datang saat turun hujan," paparnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template