Dijemput Maut Setelah Melaut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dijemput Maut Setelah Melaut

Dijemput Maut Setelah Melaut

Written By Mang Raka on Senin, 20 Februari 2017 | 12.00.00

-Nelayan Tempuran Disambar Petir

TEMPURAN, RAKA - Hujan deras disertai petir dan angin yang melanda wilayah pesisir Karawang sejak Minggu (19/2) pagi, membawa kabar duka. Satu orang nelayan jaring udang tewas disambar petir sesaat menuju pulang melaut. Sementara 2 lainnya selamat, meski dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Informasi yang diperoleh Radar Karawang, nelayan nahas itu bernama Daman (45) warga Dusun Muara 2 RT 05/02, Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran. Peristiwa itu bermula saat Daman hendak pulang melaut bersama anaknya bernama Ruri (23), dan satu anak buah kapal bernama Sakmad. Belum sampai ke tepi pesisir, petir yang saat itu sedang ganas-ganasnya menyambar sekitar pukul 10.00 WIB. Seketika Daman meninggal di tempat. Sementara Ruri dan Sakmad selamat. Mereka baru sampai ke pesisir sekitar pukul 11.00 WIB. "Anaknya shock berat dan dibawa ke RSUD. Satu ABK selamat dan perahunya juga utuh, cuacanya gak bersahabat," ungkap warga Ciparagejaya Dedi.
Ia melanjutkan, petir bukan saja terjadi di lautan, tetapi juga di darat. Satu musola di Dusun Muara 1, Desa Ciparagejaya, juga menjadi sasaran sambaran petir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun bagian atap musala mengalami kerusakan. "Musala yang kena sambaran yaitu Musala Al Barkah di Dusun 1," ungkapnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karawang, Jejen Zanal Mutakin mengatakan, korban sambaran petir adalah nelayan jaring udang bernama Daman. Kondisi perahu masih utuh, sedangkan jasad korban gosong di bagian kepala, sementara badannya masih utuh dan normal. "Anaknya Daman, bernama Ruri yang ikut bersama melaut, shock berat sesaat petir menyambar dan menewaskan ayahnya di tempat. Hingga sesampainya di darat sekitar pukul 11.00, belum sadarkan diri dan dibawa ke Klinik Tempuran Medika lalu dibawa ke RSUD," tuturnya.
Petir sebut Jejen, juga merusak speaker dan atap Musala Al Barkah. Ia beharap nelayan bisa mengindahkan imbauan HNSI dan BMKG untuk menghentikan aktivitas melaut sementara, sampai cuaca benar-benar dipastikan normal. Meski ikan dan udang melimpah, tapi keselamatan harus diutamakan. "Kita harap agar kiranya nelayan stop melaut, sampai cuaca benar-benar dipastikan normal," pungkasnya.
Anggota Sat Pol Air Polres Karawang, Bripka Ade Priadi mengatakan, TKP tersambarnya perahu nelayan Ciparage di Karang Kelem yaitu lawangan Muara Kali Cibulan-bulan. Saat mau masuk ke Muara Ciparagejaya, kondisi air sedang surut. "Nelayan meninggal di tempat, sesaat setelah disambar petir," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template