Dicekoki Miras, Lalu Dicabuli - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dicekoki Miras, Lalu Dicabuli

Dicekoki Miras, Lalu Dicabuli

Written By Mang Raka on Selasa, 21 Februari 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Nasib ABG Telagasari sebut saja Bunga (17) sangat malang. Setelah dicekoki minuman keras, siswi kelas X SMK ini kemudian dicabuli beramai-ramai oleh sembilan remaja di pekarangan salah satu sekolah dasar di Kecamatan Majalaya, Sabtu (11/2) pekan lalu.
Setelah sepekan berlalu, DB (16) DJ (15), YJ (13) SA (16), RV (16) SN (18), DC (18), RR (18) YA (19) dicomot polisi di berbagai tempat dan waktu yang terpisah. "Seluruh pelaku sudah kami tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Delapan orang diantaranya masih berstatus pelajar. Bahkan, satu diantaranya masih berusia 13 tahun," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita, kepada wartawan, Senin (20/2).
Menurut Herwit, aksi cabul terjadi ketika Bunga diajak main DB, YA dan RR untuk malam mingguan. Selanjutnya ketiga pelaku membawa korban ke TKP. Setibanya di pekarangan sekolah tersebut, ternyata sudah ada enam pelaku lainnya yang tengah minum miras. Kemudian, korban pun dipaksa ikut pesta miras. Awalnya korban menolak. Namun karena diancam tidak akan diantar pulang ke rumah, korban akhirnya menuruti permintaan pelaku. "Korban terlebih dahulu diancam untuk minum-minuman keras yang dicampur dengan minuman energi. Karena takut, korban akhirnya ikut minum hingga tidak sadarkan diri. Saat korban mulai tak sadarkan diri, para pelaku akhirnya rame-rame mencabulinya," terang Herwit.
Puas mencabuli korban, lanjut Herwit, para pelaku DB, YA dan RR kemudian mengantar Bunga ke rumah orangtuanya, Minggu (12/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Korban yang masih dalam pengaruh miras terlihat berjalan sempoyongan saat masuk ke dalam rumah. Melihat kondisi tersebut, keluarga korban langsung mencecar sejumlah pertanyaan, hingga akhirnya Bunga mengucapkan soal perlakuan tidak senonoh yang dilakukan para tersangka. "Setelah berkonsultasi dengan pihak keluarga, orangtua Bunga akhirnya melaporkan perbuatan para tersangka ke Polres Karawang, Kamis (16/2) lalu," terang Herwit.
Herwit mengatakan, sebelum melaporkan kasus ini ke polisi, keluarga korban sebelumnya menjebak dua orang pelaku untuk bertemu di salah satu tempat yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Keluarga korban menggunakan handphone korban, meminta DB dan RR bertemu. Kemudian saat kedua pelaku datang di lokasi yang sudah dijanjikan, langsung disergap oleh keluarga korban dan dibawa ke kantor polisi. "Dari dua orang tersangka ini, kita kemudian menangkap pelaku lainnya ada yang di rumah, sekolah dan tempat mereka biasa nongkrong. Satu pelaku YJ kita tidak tahan, karena usianya baru 13 tahun. Kita kembalikan ke orangtuanya," ungkapnya.
Akibat perbuatan cabul ini, sembilan tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 5 miliar," tandas Herwit. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template