Cellica Cari Povokator Tawuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cellica Cari Povokator Tawuran

Cellica Cari Povokator Tawuran

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Februari 2017 | 12.30.00

*Direktur Sospol : Jangan Melulu Siswa Yang Disalahkan

KARAWANG, RAKA - Pasca terjadinya tawuran pelajar antar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Karya dan Bina Karya pada Senin (30/1) lalu, Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana didampingi tim dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mendatangi dua sekolah tersebut. Disana, bupati berusaha mencari provokator terjadinya tawuran.

"Saya kesini bukan untuk menghakimi siapa yang salah dan benar. Saya ingin tahu mengapa tawuran ini terjadi," ucap Cellica. Menurutnya, peran guru sangat penting untuk melakukan pembinaan bagi para peserta didiknya.

Dihadapan para guru bupati meminta agar guru berperan aktif untuk mengantisipasi terjadinya tawuran. "Saya yakin, tawuran ini pasti terprovokasi oleh penggeraknya," tandasnya.
Kepala SMK Taruna Karya mengaku bahwa sekolahnya merupakan korban penyerangan. Karena terhitung sejak 2015 lalu tidak ada tawuran yang melibatkan sekolahnya. Oleh karenanya dia mengaku tidak tahu menahu jika ada serangan yang memicu terjadi bentrokan sehingga terjadi tawuran. "Sejak tahun 2015 tidak ada lagi tawuran yang melibatkan sekolah kami. Tapi ketika saya tanyakan kepada siswa, memang sekolah kami yang diserang duluan," papar Kepala SMK Taruna Karya, Eka Santoso.
Dia mengaku sudah berupaya sangat maksimal untuk mencegah terjadinya aksi tawuran, bahkan semua guru ikut terlibat dalam melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada para peserta didik untuk menjadi siswa yang baik termasuk untuk tidak melakukan tawuran. Sementara, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Karya akhirnya mengeluarkan salah satu siswanya yang dianggap menjadi provokator dalam tawuran. Siswa asal luar Karawang ini dirasa sudah melanggar disipilin dan menghasut teman-temannya untuk melakukan tawuran di jalanan.
Siswa yang kerap menjadi provokator tawuran sudah resmi keluar dari sekolah. Hal itu dia ungkapkan di hadapan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. "Yang bersangkutan sudah tidak lagi sekolah disini. Karena memang selama ini sering bermasalah dan menghasut teman-temannya untuk tawuran. Kami beserta para guru berkomitmen supaya aksi tawuran tidak ada lagi," ujarnya.
Sementara menurut Direktur Social Policy and Political Studies, Muslim Hafidz, jangan sampai peserta didik dijadikan kambing hitam atas tawuran yang terjadi di Karawang. Karena menurutnya, tawuran pelajar itu banyak penyebabnya. "Jadi tidak melulu pelajar atau sekolah yang salah. Tetapi bisa juga pemerintah atau orang tua yang kurang perhatian," ucapnya.
Dia menyampaikan, ada beberapa poin yang bisa menjadi penyebab terjadinya tawuran antar pelajar, diantaranya sekolah lebih mengutamakan murid-murid yang pinter tetapi pelajar yang mempunyai jiwa yang lain atau keahlian lain tak terokomodir. "Akhirnya mencari jati diri," ucap Muslim Hafidz.
Kemudian orang tua yang kurang perhatian dalam dunia pendidikan, sehingga berkurang pengetahuan zaman pada anak-anaknya. Pemerintah yang kurang care (peduli) terhadap pelajar, minim memberikan ruang-ruang publik sebagai wahana ekspresi mereka. "Seperti Taman yang memadai sebagai sarana mengekspresikan hobi. Anda bisa  dibayangkan ruang publik mana yang tertata baik di Karawang?," tanyanya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template