Cap Go Meh Diguyur Hujan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Cap Go Meh Diguyur Hujan

Cap Go Meh Diguyur Hujan

Written By Mang Raka on Senin, 13 Februari 2017 | 12.00.00

-100 Liong dan Barongsai Tetap Beraksi

KARAWANG, RAKA - Perayaan Cap Go Meh dan kirab budaya ke 18 berjalan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Selain menghadirkan tokoh nasional, istri Presiden Republik Indonesia ke 4, KH Abdul Rahman Wahid, yaitu Hj Sinta Nuriyah, juga ada perwakilan warga Tionghoa se-Nusantara.
Kemeriahan kirab sangat terlihat, bahkan jalan Tuparev-Kertabumi-Arif Rahman Hakim (Niaga) ditutup khusus untuk kegiatan Cap Go Meh dan kirab budaya. Ada sekitar 100 lebih grup liong dan barongsai serta 65 joli. Lebih hebatnya, meski turun hujan, warga yang melihat perayaan Cap Go Meh tersebut tetap tidak beranjak dari tempat mereka. "Karawang itu contoh bagi daerah lain. Menjadi pemersatu bangsa. Bahkan jauh-jauh hari, beberapa hotel di Karawang sudah dibooking untuk para tamu undangan," ujar panitia Cap Go Meh, Natala Sumeda kepada Radar Karawang, Minggu (12/2).
Sementara Shinta Nuriyah mengatakan, acara Cap Go Meh di Karawang merupakan hal yang luar biasa, dimana warga Karawang memiliki semangat keberagaman yang tinggi. Dan acara perayaan Cap Go Meh ini bagi dirinya, sudah merupakan tradisi budaya Indonesia secara keseluruhan.  "Karena sejak undang-undang pelarangan kegiatan Tionghoa di cabut oleh Almarhum Abdurachman Wahid (Gus Dur), maka semua tradisi budaya dan adat istiadat masyarakat Tionghoa dikembalikan kepada mereka, untuk dirayakannya dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Berhasilnya Kabupaten Karawang menyelenggarakan perayaan Cap Go Meh secara berturut-turut. Shinta Nuriyah menyebut, merupakan suatu kebanggaan sendiri, dimana Kabupaten Karawang memiliki semangat kebersamaan dan keberagaman yang tinggi. "Saya berharap dengan adanya perayaan Cap Go Meh, ini dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama masyarakat Kabupaten Karawang," ujarnya.
Sementara Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyampaikan, perayaan kirab budaya dan Cap Go Meh, merupakan kebudayaan yang harus terus dilestarikan, dimana Kabupaten Karawang tetap terus konsisten secara berturut-turut mengadakan acara pagelaran budaya Tionghoa tersebut. Kegiatan tahun ini lebih menarik dan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan perayaan Kirab Budaya Cap Go Meh tahun ini dipadukan dengan acara ruwat bumi, yang merupakan kebudayaan khas Sunda. "Akselerasi budaya ini mudah-mudahan dapat terus menjalin tali persaudaraan kita, dan menjadikan setiap perbedaan, menjadi perbedaan yang indah untuk bisa terus bersama-sama membangun bangsa, khususnya Kabupaten Karawang yang kita cintai ini," ujarnya.
Dia menyampaikan, kemeriahan acara ini sangat luar biasa. Terlihat animo atau ketertarikan masyarakat di luar Kabupaten Karawang sangat besar, untuk turut serta dan menghadiri acara pegelaran kebudayaan ini. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, karena selain membawa misi yang positif, juga mampu meningkatkan PAD bagi Pemkab Karawang dari sektor pariwisata. "Saya apresiatif sekali ya dengan kegiatan ini, dimana hadir kurang lebih 7000 masyarakat yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Karawang saja, dan tentu saja ini sangat luar biasa dan memberikan implikasi positif bagi Kabupaten Karawang, dalam menaikan PAD kita," jelasnya.
Dia juga berharap, acara pagelaran ini dapat terus menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang ke Kabupaten Karawang, dan merupakan sebuah wisata religi yang mampu mengundang wisatawan lokal di seluruh wilayah Jawa Barat.  "Selain itu, wisata religi ini menunjukan kemampuan Kabupaten Karawang untuk menjaga silaturahmi antaretnis maupun agama," ujarnya.(zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template