Bupati Purwakarta PHP Guru Ngaji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bupati Purwakarta PHP Guru Ngaji

Bupati Purwakarta PHP Guru Ngaji

Written By ayah satria on Sabtu, 04 Februari 2017 | 12.15.00

Tidak Ada SK, Gaji Nihil

PURWAKARTA, RAKA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dinilai "memberi harapan palsu" kepada guru ngaji yang diangkat untuk mengajar kitab kuning di sekolah-sekolah sejak 1 Desember 2016 lalu. Karena hingga saat ini, para guru ngaji itu belum memiliki surat keputusan (SK) dan juga tak mendapatkan gaji.
Sejumlah guru agama mempertanyakan nasib mereka. Para guru yang mengajar kitab kuning dan Baca Tulis Al Qur'an (BTQ) hasil rekrutmen tanggal 25 November 2016 Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta ini belum menerima Surat Keputusan (SK) baik dari Bupati Purwakarta langsung maupun dari sekolah-sekolah tempat mereka mengajar. "Kami berharap adanya kepastian, dan jangan sampai kami dibohongi oleh program," ujar salah seorang guru kitab kuning dan BTQ di salah satu SMP 2 Satap di Purwakarta, yang enggan disebutkan namanya, Jum'at, (3/2)
Jadi, kata dia, saat ini nasib para guru agama di luar tenaga pengajar internal sekolah ini nasibnya masih terkatung-katung. Para guru agama yang menjalankan program yang diterapkan per 1 Desember 2016 lalu ini, belum mendapatkan kepastian baik dari pihak sekolah, dinas terkait bahkan bupati. "SK pun belum, apalagi gaji," singkatnya.
Sementara, KH Ahmad Anwar Nasihin anggota Tim Seleksi (Timsel) Guru Agama dan Kitab Kuning dan BTQ mengaku, sampai saat ini tidak bisa berkomentar apa-apa, untuk hal ini pihaknya mengembalikan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menggulirkan program tersebut. Karena, lanjut dia, pihaknya hanya sebagai pelaku teknis dalam program tersebut. "Kami pun nunggu intruksi selanjutnya dari bupati," kata dia.
Apabila program ini mentok dan tidak ada tindak lanjut, sambung dia, timsel secara keseluruhan khawatir berimbas pada nama baik Bupati Purwakarta. Ia khawatir dampak dari ketidak jelasan program ini justru malah menghilangkan kepercayaan dari para ustad dan kiai. Karena, sambung dia, program ini melibatkan banyak unsur mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis dan agama non muslim yang ada di Purwakarta. Sehingga, perlu adanya ketegasan dari Pemda Purwakarta mengenai tindak lanjut dari program ini, agar tidak hanya menjadi wacana dan isapan jempol belaka. Saat ini, guru agama, guru keagamaan dan guru pendalaman kitab-kitam ini sebanyak 598 agama islam, 4 guru agama katolik, 25 guru agama protestan, 3 agama Hindu dan 3 agama Budha. "Kami harap persoalan ini cepat teratasi, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta harus ikut bertanggung jawab agar program ini dapat terealisasi dengan maksimal," tegas dia.
Untuk diketahui, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menganggarkan dana lebih dari Rp 10 miliar untuk menggaji guru 5 agama yang diakui pemerintah. Program ini dilaksanakan per 1 Desember 2016. Seluruh guru agama di Purwakarta akan mendapat honorarium mengajar per bulan estimasinya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Dana ini dianggarkan dari dana yang biasa dianggarkan untuk program pendidikan menengah atas, yang kini kewenangannya diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (pemprov) Jabar. Kehadiran guru ngaji lima agama ini lanjut Dedi, tidak mengganggu guru agama yang sudah berjalan memberikan pelajaran sesuai dengan kurikulum pemerintah. Guru ngaji yang digaji ini hanya mengajarkan baca dan tulis kitab suci, khusus untuk muslim kitab suci Al Quran untuk jenjang SD. Untuk jenjang SMP mempelajari ilmu qiroat dan jenjang SMA mempelajari tafsir kitab suci. "Jadi beda, guru agama yang sudah berjalan silahkan saja berjalan sesuai dengan kurikulum pemerintah. Sedangkan guru ngaji yang kami gaji fokus ke pendalaman agama secara intensif, istilahnya ngaji secara kultural," pungkasnya. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template