BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Screening - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Screening

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Screening

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Februari 2017 | 13.30.00

KARAWANG, RAKA - BPJS Kesehatan meluncurkan fitur mobile screening pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Inovasi ini dilakukan menyusul semakin berkembangnya teknologi di bidang informasi dan teknologi (IT). Diharapkan melalui terobosan itu pengelola jaminan sosial ini mampu meningkatkan pelayanan lebih baik lagi.

Kepala BPJS Kesehatan Karawang, Mohammad Solih, terkait itu mengatakan, Skrining Riwayat Kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual dikantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. "Sekarang masyarakat bisa melihat potensi resiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, yang bisa diakses pada handphone pintar (Android)," kata Solih.
Skrining (Screening) riwayat kesehatan adalah deteksi dini dari suatu penyakit atau usaha untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis belum jelas dengan menggunakan test. Pemeriksaan yang digunakan secara cepat, test skrining dapat dilakukan dengan pertanyaan (anamnesa), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. "Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita selalu merasa sehat, padahal belum tentu melakukan pola hidup sehat. Karena itu kita wajib untuk melakukan skrining," ujar Solih.
Mobile skrining, lanjut Solih, merupakan deteksi dini terhadap faktor resiko 4 penyakit yaitu Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal kronik dan Jantung koroner adalah bebearapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat Indonesia. Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan. Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola resiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan Mobile skrining.
Untuk mengaksesnya caranya pun sangat mudah. Peserta yang menggunakan Handphone Android masuk ke aplikasi playstore kemudian cari BPJS Kesehatan Mobile dan install aplikasinya langkah selanjutnya Registrasi akun baru dan mengisi biodata lengkap peserta kemudian login, pilih fitur skrining riwayat kesehatan dan terakhir pilih nomor kartu BPJS anda (nomor kartu yang tertera merupakan nomor kartu peserta yang terdaftar dalam satu nomor VA (Virtual Account) yang tersimpan dalam database BPJS Kesehatan).
Jika peserta sudah melakukan skrining riwayat kesehatan pada mobile skrining dan memiliki resiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.
Kepala Dinas Kesehatan Dr. Yuska Yasin menjelaskan pihaknya bersama-sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya. "Kami menempuh berbagai macam cara salah satunya meluncurkan mobile skrining dan diharapkan bisa memudahkan masyarakat untuk mendeteksi penyakit dengan cepat dan langsung melakukan penanganan yang tepat juga," katanya.
Sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS diseluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta beresiko rendah, 36.225 peserta beresiko sedang, dan 651 peserta beresiko tinggi. Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta beresiko rendah, 104.967 peserta beresiko sedang, dan 2.093 peserta beresiko tinggi. Dikategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta didiagnosa memiliki resiko rendah, 23.307 peserta beresiko sedang, dan 831 peserta beresiko tinggi. Dan terakhir di kategori jantung koroner, sebanyak 680.172 peserta beresiko rendah, 57.692 peserta beresiko sedang, dan 1.956 peserta beresiko tinggi. (nur/*)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template