Bomber Bandung Pernah Tinggal di Telukjambe - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bomber Bandung Pernah Tinggal di Telukjambe

Bomber Bandung Pernah Tinggal di Telukjambe

Written By ayah satria on Selasa, 28 Februari 2017 | 13.28.00

KARAWANG, RAKA - Drama teror bom panci di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, yang berujung kematian Yayat Cahdiyat, pria kelahiran Purwakarta yang tercatat sebagai warga RT 3/RW 1 Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, itu masih menyisakan sisi misteri. Motif aksi teror Yayat hingga kini belum diketahui secara pasti.
Setelah gagal menjalankan aksinya, karena tidak ada satupun warga terluka saat beraktivitas di Taman Pandawa, hanya bermodalkan pisau belati, ia lantas meneror kantor Kelurahan Arjuna dan menyandera sejumlah pekerja. Dua jam dikepung polisi, Yayat tewas diterjang peluru. Di sisi lain, menurut keterangan warga sekitar, ada dua pelaku saat bom meledak. Satu pelaku kabur ke dalam Kantor Kelurahan Arjuna. Sementara satu pelaku lainnya kabur menggunakan sepeda motor. Sedangkan di lokasi kejadian, ditemukan STNK motor Suzuki Smash bernopol T 4812 EV, yang diduga milik pelaku. Dalam STNK itu tertera nama Dawami, beralamat Kampung Sukagalih, RT 04/11 Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur. Setelah ditelusuri Radar Karawang ke lokasi, ternyata warga sekitar tidak mengenal nama tersebut. "Setelah ramai di TV, kami sudah berusaha mencari tahu nama tersebut kepada warga lainnya. Bahkan kami juga sudah mengecek daftar nama warga RT 11 ini," kata Ketua RT 11, Kardi (46), Senin (27/2) kemarin.
Kardi yang sudah 10 tahun tinggal di daerah tersebut, menduga jika identitas yang tertera dalam data STNK fiktif. Sebab, dari 150 kepala keluarga dan 500 jiwa pendatang yang menghuni kamar kosan, tak satu pun yang mengenal atau mendengar nama itu. "Tadi juga ada sekitar 10 orang anggota kepolisian yang datang kesini untuk menanyakan hal itu," terang Kardi.
Sementara itu, Kapolsek Telukjambe Kompol Endang Kusnandar mengatakan, dari hasil pengembangan pihak kepolisian, orang dengan nama Dawami tinggal di Perumahan Puri Telukjambe Blok A13 nomor 7 Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. "Setelah ditelusuri Dawami tidak tinggal di Kampung Sukagalih RT 11/04, melainkan tinggal di Perumahan Puri Telukjambe," ucapnya.
Sayang, rumah yang sesuai alamat Dawami di Perumahan Puri Telukjambe Blok A13 nomor 7, ternyata  sudah lama kosong. Rumah berpagar teralis besi dengan warna hijau type 36/60 itu terlihat terkunci. "Dawami memang sempat tinggal disini. Tetapi sudah lama pindah. Karena rumah ini dijual kepada ibu bidan Ida kalau nggak salah. Namun kosong nggak digunakan. Dawami sempat kerja di Toyota," kata Eman (56), satpam di perumahan tersebut.
Kasatlantas Polres Karawang AKP Rendy Setia Permana, menduga ada pemalsuan data saat membuat KTP. Pasalnya, Satlantas dan Samsat Karawang tetap mengacu kepada nama dan alamat yang tertera dalam KTP saat mencetak STNK. "Kemungkinan data KTP itu fiktif. Soalnya, saat pertama kali STNK itu dicetak belum menerapkan e-KTP," pungkas Randy.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Yayat Cahdiyat merupakan anggota jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung. "Yang bersangkutan dulu masuk jaringan JAD Bandung, yang berafiliasi ke Aman Abdulrahman," kata Tito.
Menurut Tito, pada 2011, pelaku tercatat pernah ditangkap polisi karena mengikuti latihan perang di Janto, Aceh Besar, Aceh. "Saya dulu yang memimpin operasi penangkapannya. Ketangkap hampir 70 orang, termasuk yang bersangkutan. Ia kena hukuman 3 tahun penjara, kemudian bebas," ucapnya.
Tito berujar, JAD merupakan jaringan yang terlibat dalam beberapa aksi pengeboman di Indonesia pada 2016, di antaranya aksi pengeboman di Thamrin, Solo, dan Samarinda. "Semua yang bermain dalam aksi pengeboman itu adalah jaringan JAD, karena mereka pendukung utama ISIS di Indonesia," tuturnya.
Tito menilai aksi pengeboman itu untuk eksistensi dalam rangka meminta rekan mereka yang ditahan di Markas Kepolisian Brigade Mobil di Depok, Jawa Barat, dilepaskan. "Yang bersangkutan sempat mengeluarkan tembakan sambil teriak minta temannya yang ditangkap Densus 88 dilepaskan," tuturnya.
Tito mengatakan, polisi sedang memburu satu orang yang diduga turut membantu aksi itu. "Yang satu melarikan diri menggunakan sepeda motor, tapi identitasnya sudah diketahui," ucapnya sembari menyatakan aksi itu tidak ada kaitannya dengan kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia. (ops/bil)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template